Dilihat dari karaktaristiknya, menurut Imam al-Ghazali (Ihya ‘Ulum al-Din, III/119), manusia memiliki empat macam karakter, yaitu: 1. Al-Rubu’iyah , yaitu sifat “ketuhanan” yang terdapat pada diri manusia yang apabila telah menguasai diri manusia maka ia ingin menguasai, menduduki jabatan yang tinggi, menguasai ilmu apa saja, suka
Ghazali merupakan putra seorang pemintal wol. Ia lahir pada 1058 Masehi atau 450 Hijriyah. Lingkungan keluarganya termasuk yang taat beragama. Pendidikannya bermula dari mengaji Alquran dengan sang ayah. Setelah bapaknya meninggal, Ghazali kecil dan saudara lelakinya dititipkan kepada sahabat almarhum, yakni Ahmad bin Muhammad ar-Razikani.
This has been discussed by scholars, including Imam al-Ghazali. For this reason, this study discusses the goals of Islamic education according to al-Ghazali from the perspective of Hadith. This research is a library research, namely research that uses data sources from library searches in the form of books and articles, namely the books of
Menurut Imam Al Ghazali, akal merupakan salah satu substansi imaterial yang menunjuk esensi manusia. Akal adalah sesuatu yang halus yang merupakan hakikat manusia, sama dengan al-qalb , al-nafs , dan al-ruh , yang berbeda hanya namanya saja, bahkan akal adalah entitas jiwa yang terlibat dengan inteligensia yang dalam hal ini ia bisa juga

Dengan demikian, terjemahan atas teks yang terdapat di halaman 80, jilid pertama kitab Ihy' `Ulmiddn, karya Abu Hamid Al-Ghazali, terbitan Darul Fikr, Beirut, tahun 1995 itu sebagai berikut: Manusia itu ada empat (tipe). (Pertama), manusia yang tahu dan tahu bahwa dia tahu. Itu orang berilmu, maka ikutilah dia!

Terminologi menurut Imam Ghazali di atas lebih merujuk kepada kondisi yang dihadapi oleh ruh, yaitu: Pada saat ia sedang melakukan proses berfikir yang disebut ‘aql. Pada saat ia mengatur tubuh jasmaninya ia disebut nafs. Pada saat ia bertindak sebagai organ kognitif yang dapat menerima iluminasi intuitif maupun maupun pemberian Ilahiyyah Konsep Pendidikan Imam Al-Ghazali Pengertian pendidikan menurut Al-Ghazali adalah menghilangkan akhlak yang buruk dan menanamkan akhlak yang baik.7 Dengan demikian pendidikan merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk melahirkan perubahan yang progresif pada tingkah laku manusia. Dalam Pembentukan karakter sangatlah penting untuk kita kaji kembali, karena pembentukan karakter merupakan salah satu wujud dari upaya pemerintah untuk membentuk generasi muda selanjutnya yang

Golongan Manusia dan Keutamaan Ilmu Menurut Imam Al-Ghazali Al -Ghazali membagi manusia ke dalam tiga golongan, yaitu sebagai berikut (Samrin, 2013: 261):

.
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/168
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/71
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/152
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/760
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/268
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/31
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/131
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/52
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/726
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/235
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/865
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/901
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/812
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/115
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/128
  • 4 karakter manusia menurut imam ghazali