TeknikMenulis | Buku ajar pada dasarnya adalah buku pegangan untuk suatu mata kuliah yang ditulis dan disusun oleh pakar di bidang tertentu dan memenuhi kaidah buku teks serta diterbitkan secara resmi. Definisi tersebut tentu membuat buku ajar menjadi salah satu jenis buku yang perlu untuk diperhatikan secara serius.
Apakah kamu seorang penulis? Banyak penulis mengabaikan posisi duduk yang benar saat menulis dan ini berbahaya. Orang bilang, pekerjaan paling aman dan nyaman adalah bekerja di atas meja kerja dimana di depannya adalah layar komputer PC maupun laptop. Benarkah demikian? Realitanya, dari berbagai hasil penelitian yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal menyampaikan hal sebaliknya bahkan dipengaruhi oleh benar tidaknya posisi yang tepat saat menulis. Loh, emang posisi saat menulis mempengaruhi kinerja dan juga hasil tulisan? Ya pasti dong. Kalau tidak nyaman ya akan tidak produktif serta fokus dapat terpecah. Harus dikuai, di dunia ini nyaris tidak ada profesi yang tidak memiliki resiko pada kesehatan. Bahkan seorang atasan atau pimpinan yang bertugas sebagai otak dari tim yang dibawahinya rentan mengalami stres dan depresi. Padahal yang berlalu-lalang tentu saja adalah bawahannya. Hal ini juga berlaku untuk profesi penulis. Sekilas kegiatan menulis, terutama di depan perangkat komputer aman dari resiko kesehatan. Kenyataannya tidak demikian. Mengatasinya, para penulis bisa menjaga posisi yang tepat saat menulis. Seperti apa posisi yang dianggap tepat disini? Daftar Isi Artikel 1Posisi yang Tepat saat Menulis 1. Jarak Pandang ke Layar PC/Laptop2. Atur Kecerahan Layar3. Posisi Lengan yang Benar4. Posisi Tubuh5. Posisi Lutut Jangan Menyilang6. Menggunakan Kursi dan Meja yang Pas dengan Postur7. Melakukan Peregangan Tubuh dan Pergelangan Berkala8. Selalu Jeda Berkala untuk Minum atau Istirahat Posisi yang Tepat saat Menulis Menulis bagi beberapa orang bisa dijadikan profesi, Indonesia sendiri memiliki daftar panjang penulis dengan karya besar. Tidak hanya sukses menerbitkan buku best seller dan mengangkatnya ke layar lebar maupun series. Beberapa penulis juga produktif dalam mendukung perkembangan IPTEK di Indonesia maupun di dunia. Contohnya adalah para dosen yang sibuk menulis dan mempublikasikannya agar bisa memberikan ilmu dan solusi kepada lebih banyak orang. Bagi penulis yang hidup dari hasil tulisannya, tentu akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menulis. Mereka memiliki jam kerja fleksibel, yang artinya tidak pandang hari bisa terus mengetik di depan komputer. Duduk terlalu lama di depan komputer memberi sejumlah resiko kesehatan. Mulai dari tingginya resiko mengalami obesitas, gangguan kesehatan mata, gangguan otot, sampai menderita penyakit serius seperti saraf kejepit dan lain sebagainya. Apa kendalamu saat menulis buku? Meminimalkan resiko tersebut, para penulis perlu menerapkan pengaturan posisi yang tepat saat menulis. Posisi duduk yang tepat bisa membantu menjaga kesehatan sehingga bisa terus produktif menulis. Berikut adalah daftar posisi ideal yang dianjurkan 1. Jarak Pandang ke Layar PC/Laptop Kebanyakan penulis masa kini menulis karya dengan menggunakan perangkat komputer. Baik itu PC maupun laptop, meski beberapa juga menggunakan tablet untuk menulis cerita dimana saja dan kapan saja. Apapun perangkat elektronik yang digunakan untuk menulis, pastikan untuk mengatur jarak pandang ke layar. Paling dianjurkan adalah berjarak 50 sampai 100 cm. Sehingga jangan terlalu dekat ke layar perangkat, karena radiasinya bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, cahaya dari layar bisa membuat mata cepat lelah dan kering. Inilah alasan kenapa penulis dianjurkan memakai kacamata radiasi. Panduan Expert Menulis Novel Sampai Terbit penulis sudah unduh dan baca e-book Panduan Menulis Novel ini! 2. Atur Kecerahan Layar Selain mengatur jarak pandang, penulis juga perlu mengatur tingkat kecerahan layar pada perangkat yang dipakai menulis. Tingkat kecerahan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan bisa ditemukan pada menu pengaturan. Usahakan dibuat rendah, sebab jika terlalu cerah bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada mata. Misalnya mata menjadi cepat lelah dan kering sehingga sering gatal, menjadi terlalu sensitif, dan pada beberapa orang bisa menjadi merah. Idealnya tingkat kecerahan layar adalah 80 persen, sehingga jangan sampai di angka 100 persen. Terlalu terang kurang baik bagi kesehatan, sementara jika terlalu redup bisa mengganggu aktivitas menulis. Bagaimana bisa menulis jika layar terlalu gelap? 3. Posisi Lengan yang Benar Berikutnya dalam pengaturan posisi yang tepat saat menulis adalah mengenai posisi lengan. Saat menulis sebaiknya menempatkan komputer di atas meja dan penulis duduk di depannya. Posisi lengan idealnya membentuk sudut 90 derajat, sehingga membantu mengatur jarak pandang dan postur tubuh. Jika lengan tidak dalam posisi yang benar maka bisa menyebabkan gangguan pada tulang punggung. Sehingga bagi penulis yang keliru dalam mengatur posisi lengan bisa merasakan sakit atau nyeri punggung. Selain itu bisa juga mengalami nyeri dari pergelangan tangan sampai ke bahu, apabila posisi lengan ini salah dalam jangka panjang. 4. Posisi Tubuh Berikutnya adalah mengatur posisi tubuh atau lebih tepatnya postur tubuh. Pastikan tulang punggung dalam kondisi tegak bukannya terlalu membungkuk. Sebab bisa menyebabkan nyeri pada punggung dan mengubah struktur tulang punggung. Dalam dunia medis bisa mengalami skoliosis. Banyak ahli mengatakan, posisi terbaik jika bekerja di depan komputer adalah dengan berdiri. Namun, jika terlalu lama berdiri maka dijamin akan merasa pegal. Tidak masalah duduk, selama bisa memastikan posisi tubuh selalu tegak. 5. Posisi Lutut Jangan Menyilang Posisi yang tepat saat menulis juga berhubungan dengan posisi lutut atau kaki. Idealnya kaki ini ditekuk membentuk sudut 90 derajat. Jika posisi kaki terlalu pendek dan menggantung, maka tempatkan kursi kecil sebagai sandaran kaki untuk menjaga posisinya tetap stabil. Kemudian, usahakan jika merasa pegal meluruskan kaki. Pilih meja yang terdapat tempat khusus untuk meletakan kaki. Hindari kebiasaan menyilangkan kaki saat menulis karena bisa mengganggu peredaran darah. Hal ini bisa menyebabkan nyeri pada persendian kaki, dengkul, dan bisa juga memicu varises. 6. Menggunakan Kursi dan Meja yang Pas dengan Postur Selain mengatur posisi tubuh, pastikan menggunakan peralatan menulis yang sesuai. Salah satunya dari pemilihan meja dan kursi yang dipakai untuk menulis. Ketinggian meja sebaiknya disesuaikan dengan tinggi badan, begitu juga dengan kursi. Jangan sampai saat posisi duduk, kaki menggantung terlalu jauh dari lantai dan perlu menegakan kepala. Sebab bisa menyebabkan nyeri pada leher yang menjalar sampai ke punggung. Jika bingung, pilih meja dan kursi yang ketinggiannya bisa diatur sendiri di rumah. 7. Melakukan Peregangan Tubuh dan Pergelangan Berkala Penulis bisa menghabiskan waktu seharian di depan komputer untuk menyelesaikan tulisannya. Baik karena kebetulan ide menulis mengalir sangat deras atau bisa karena dikejar oleh deadline. Jika terlalu lama duduk maka bisa menyebabkan nyeri pada punggung, leher, dan mata menjadi cepat lelah bahkan kering. Maka penting untuk melakukan peregangan tubuh secara berkala. Misalnya dilakukan per 20 menit setelah mengetik, kemudian mencoba berdiri dan melakukan gerakan ringan. Hal ini membantu melancarkan kembali peredaran darah sekaligus meminimalkan resiko kesehatan karena duduk di depan komputer terlalu lama. 8. Selalu Jeda Berkala untuk Minum atau Istirahat Menulis sampai seharian penuh tidak masalah, selama dalam pengerjaannya memberikan jeda secara berkala. Selain melakukan peregangan per 20-30 menit sekali. Penulis juga bisa memberi jeda dengan makan, minum, sekaligus istirahat. Bisa mencoba berbaring di kasur atau mungkin kursi sofa terdekat dengan meja kerja. Sehingga bisa membantu meregangkan tulang punggung sekaligus memberi efek relaksasi di badan. TIdak harus berjam-jam, cukup 5 menit tidak masalah. Menulis bisa dilakukan dalam jangka panjang dan dijamin tubuh dalam kondisi baik-baik saja. Rahasianya adalah dengan mengatur posisi yang tepat saat menulis seperti yang dijelaskan di atas. Jika selama ini belum mengatur posisi seperti yang dijelaskan, maka bisa dimulai sekarang juga karena kesehatan menjadi modal untuk bisa terus menulis Pujianti Baca juga artikel penting lainnya dari Penerbit Buku Bukunesia. 6 cara Mengatasi Kehabisan Ide MenulisApa itu sasaran pembaca?5 Rahasia Sukses Branding Seorang Penulis
Gadisitu kubawa dari desa, rumahnya persis di samping rumah ibu. Saat aku hamil tua, aku butuh pembantu. Gadis itu menawarkan diri bahkan memelas ingin bekerja di rumahku. Sungguh tidak pernah terbayang olehku, malapetaka mulai membayang. Dia yang kuanggap seperti adik kandung, ternyata menikam dari belakang.
Télécharger l'article Télécharger l'article Écrire un bon livre est une vraie prouesse. Votre livre pourrait vous rendre célèbre et ou millionnaire … ou prendre la poussière dans les librairies. La plupart d’entre nous préfère probablement la première option ! Apprenez quelques techniques qui feront de vous une star de la littérature. Commencez par vous fixer des objectifs quotidiens et réalistes. Une fois que vous avez écrit votre livre, étudiez les différentes options qui vous permettront de le publier. Avant d’écrire votre chef-d’œuvre, gardez en tête que faire publier un livre n’est pas chose facile, en particulier si vous souhaitez être publié par une grande maison d’édition. Préparez-vous à rencontrer des déceptions et des échecs. Ne laissez pas pour autant ces obstacles vous décourager. Après tout, bien des auteurs célèbres ont essuyé des dizaines et des dizaines de refus. Qui sait ? Vous pourriez rejoindre les rangs de JK Rowling, Bernard Werber, James Patterson et autres auteurs accomplis. 1 Commencez par former des idées. Notez vos idées, puis sélectionnez celles sur lesquelles vous souhaitez travailler. Commencez par déterminer le type de livre que vous aimeriez présenter. Serait-ce un livre éducatif couvrant des sujets comme les maths, la science ou le domaine des affaires et de la finance ? Peut-être serait-ce un roman ou encore une autobiographie. Vous pourrez choisir le genre que vous voudrez. Vous devrez simplement choisir une idée et la suivre jusqu’au bout. Stephen King, un auteur d'épouvante très connu, a déclaré ne pas écrire ses idées dans un cahier. Pour lui, Le carnet d’un écrivain est la meilleure façon au monde d’immortaliser les mauvaises idées [1] . » Cela ne devra pas vous empêcher de mettre vos idées par écrit, dans un carnet que vous pourrez emporter partout avec vous. Si cette approche vous convient, notez les idées qui vous viennent à l’esprit. Veillez cependant à ne pas noter tout ce qu’il vous passe par la tête. Demandez-vous si l’idée en question est suffisamment bonne pour que vous vous en souveniez le lendemain si vous ne la mettiez pas par écrit. Une fois que vous trouvez l’inspiration pour une idée sur laquelle vous voulez travailler, commencez à écrire. 2 N’ayez pas peur de faire des erreurs. Vous pourrez toujours les corriger plus tard. Les meilleures histoires prennent forme en s’attelant à leur écriture, sans se concentrer sur la moindre erreur. Si vous relisez sans cesse ce que vous avez écrit, vous aurez probablement envie d’apporter constamment des modifications à votre texte, au lieu de poursuivre votre histoire. Lorsque vous écrivez un livre avec l’espoir de le publier, vous devrez écrire de nombreux brouillons avant que l’ouvrage soit prêt à être présenté à un éditeur. Certains de ces brouillons apporteront surement des changements majeurs à votre histoire. Alors que vous commencez tout juste à écrire, vous devrez créer un monde et mettre vos idées par écrit. Construisez des personnages. Certains livres sont avant tout centrés autour d’une intrigue. Cependant, les livres qui ont le plus de succès sont généralement davantage centrés autour des personnages et de l’importance de la situation dans laquelle ils se trouvent. Si l’intrigue permet de faire avancer l’histoire, ce sont les liens entre les personnages qui font vendre le livre. Cela s’applique aussi bien que vous écriviez de la fantaisie, comme Harry Potter ou un roman, comme Freedom, de Jonathan Franzen. Concentrez-vous sur qui » fait partie de l’histoire. Les quand, quoi, où, pourquoi et comment » viendront naturellement [2] . 3 Fixez-vous des objectifs quotidiens. Il ne sera pas nécessaire de vous imposer une limite à ce que vous pourrez écrire chaque jour. Cependant, fixez-vous un minimum. Cela vous aidera à vous concentrer sur l’histoire. Que vous vous fixiez pour objectif d’écrire 300 mots par jour ou bien d’écrire une heure par jour, cela vous aidera à avancer dans votre travail. 300 mots par jour ne représentent peut-être pas beaucoup, mais ce sera tout de même un bon point de départ. Si vous êtes un écrivain débutant ou que vous n’avez pas beaucoup de temps, fixez-vous un petit objectif, que vous atteindrez facilement. Les objectifs plus importants seront difficiles à atteindre et pourraient parfois vous décourager d’écrire. Vous devrez avancer pas à pas, afin d’atteindre votre objectif final. Vous pourrez augmenter votre objectif quotidien alors que vous progressez ou si vous avez davantage de temps à consacrer à l’écriture. Assurez-vous simplement de vous y tenir. Même lorsque vous peinez à écrire, forcez-vous et atteignez vos objectifs. Vous ne pourrez jamais savoir lorsque l’inspiration se fera sentir. Installez-vous pour travailler dans un endroit calme et isolé. Un endroit calme où vous pourrez vous concentrer et que vous pourrez vous approprier sera très précieux. Même si vous vous installez au café du coin, trouvez un coin où vous ne serez pas trop distrait. 4 Soyez assidu. Beaucoup d’écrivains commencent avec beaucoup d’entrain, puis se laissent rapidement distraire, alors que le processus d’écriture les frustre ou les ennuie. L’une des façons les plus simples d’éviter cela sera simplement de vous assoir à votre bureau et de vous mettre à écrire. Atteindre constamment vos objectifs quotidiens vous aidera à avancer. Le simple fait de vous assoir à votre bureau et de noircir les pages vous aidera à faire de votre rêve une réalité. En plus de vous fixer un objectif quotidien, essayez de réserver un moment de la journée à l’écriture. John Grisham, qui a publié de nombreux bestsellers, a commencé sa carrière d’écrivain alors qu’il était avocat. Il se levait très tôt chaque matin et écrivait une page. Faites de l’écriture une habitude dont vous ne pourrez pas vous défaire. Trouvez un endroit unique où vous installer pour écrire et écrivez chaque jour à la même heure de la journée. 5 Demandez des retours tôt dans le processus. Bien que vous puissiez être protecteur à l’égard de votre travail et vouloir le garder secret jusqu’à ce qu’il soit prêt, ne faites pas cela. Demandez fréquemment l’avis de gens qui sauront être honnêtes avec vous quant à votre travail. Demandez-leur leur avis tôt dans le processus de création. Vous pourriez également rejoindre un atelier d’écriture. Ces groupes vous aideront à donner vie à vos idées, vous permettront d’avoir des retours sur votre texte et vous obligeront à poursuivre votre travail. Recourez à Internet. Si vous êtes nerveux à l’idée de montrer votre travail à quelqu’un que vous connaissez, inscrivez-vous sur un forum en ligne. Trouvez un forum sur lequel vous pourrez échanger avec d’autres écrivains qui vous donneront leur avis sur votre travail et avec lesquels vous pourrez partager vos idées. Sur ce type de plateformes, vous pourrez choisir parmi différentes options pour vous faire aider dans votre travail [3] . Publicité 1 Catégorisez votre livre. Une fois que vous avez terminé de rédiger votre histoire, assurez-vous qu’elle correspond aux directives que les éditeurs Allen & Unwin imposent. Les œuvres Fiction junior. Pour les lecteurs débutants, entre 5 et 8 ans, de 5 000 à 10 000 mots. Pour les lecteurs assurés, entre 7 et 10 ans, de 10 000 à 30 000 mots. Pour les lecteurs intermédiaires, entre 11 et 14 ans, de 30 000 à 55 000 mots. Les romans pour jeunes adultes. Pour les lecteurs adolescents, entre 13 et 16 ans, de 40 000 à 60 000 mots. Pour les adolescents plus murs et les lecteurs plus âgés, de 15 ans et plus, de 40 000 à 100 000 mots. Pour une liste plus complète et pour davantage d’informations sur l’écriture et la publication d’un livre, consultez les sites Internet des maisons d’édition qui vous intéressent. 2 Relisez et modifiez votre histoire. Ne pensez pas qu’à un certain point, vous deviez arrêter de reprendre votre histoire. Modifiez votre texte autant de fois que nécessaire. Si vous devez donner au processus de correction autant d’attention, si ce n’est plus, qu’au processus d’écriture lui-même, vous devrez aussi savoir faire une pause. Vous vivez probablement depuis quelque temps dans l’histoire que vous créez et il est temps pour vous de prendre des vacances. En vous accordant du temps, vous entrerez plus facilement dans l’état d’esprit propre à la correction. Lors de cette étape, vous devrez relire votre travail à froid, être prêt à faire les coupes et les changements nécessaires. Lorsque vous commencez à corriger votre texte, modifiez le texte autant que nécessaire, mais ne le modifiez pas lorsque vous ne savez pas d’où vient le problème. Si vous n’avez pas de solution concrète à apporter, vous détruirez votre histoire et ne saurez pas comment la remettre en place. Il est possible de trop corriger » un texte, et cela est dangereux. Pour cela, demandez à d’autres personnes de relire votre travail. Une autre paire d’yeux pourra remarquer des failles que vous avez laissé passer parce que vous étiez trop près de votre travail. Demandez à une personne en qui vous avez confiance de vous faire un retour et d’annoter votre texte. Jusqu’à maintenant, vous avez travaillé dans un trou noir. Vous pourriez avoir du mal à repérer certains passages qui mériteraient d’être retravaillés. Lisez les notes des autres, puis mettez-les de côté. Vous pourriez ne pas aimer ce que la personne a écrit de votre texte. Lisez ces notes, décompressez, puis après quelque temps, reprenez votre brouillon et incorporez les suggestions utiles. Oubliez celles qui ne le sont pas. 3 Demandez à un réviseur de lire votre livre. Une fois que vous avez repris votre livre, une ou plusieurs fois, le moment sera venu de faire lire votre œuvre par un véritable réviseur. Réviser un texte et l’écrire sont deux choses différentes. Vous aurez besoin de faire lire votre travail par quelqu’un qui saura déconstruire un livre, trouver les problèmes et vous donner des conseils sur la façon de reconstruire définitivement votre histoire [4] . Recourir aux services d’un réviseur professionnel sera tout particulièrement utile si vous avez l’intention d’autoéditer votre livre. La dernière chose que vous voudriez serait de laisser apparaitre une faute d’orthographe majestueuse dans votre livre, après tout ce dur labeur. Un bon réviseur sera en mesure d’apporter de la clarté et de la fluidité à votre narration, sans changer votre voix. Votre réviseur apportera un regard objectif bienvenu à votre travail et vous aidera non seulement à corriger vos petites erreurs, mais également à mettre l’histoire en valeur, en l’édulcorant de tous les éléments superflus. Au final, l’aide d’un réviseur vous aidera à obtenir un livre de qualité professionnelle. 4 Lisez une dernière fois votre livre. Une fois que votre réviseur et vous aurez repris votre livre et lui aurez donné sa forme finale, assurez-vous que tout soit en ordre. Assurez-vous d’avoir trouvé un bon titre que vous soyez prêt à garder. Commencez à faire monter le buzz sur les réseaux sociaux. Créez une page Facebook et un profile Twitter pour votre livre. Soyez actif sur ces comptes et publiez des nouvelles relatives au livre et autres informations pertinentes. Publicité 1 Pensez à engager un agent. Un agent travaillera pour vous et vous aidera à faire publier et vendre votre livre. Les agents ont de nombreux contacts dans le secteur. Cependant, si vous êtes nouveau dans le milieu, vous pourriez remarquer que les agents sont insaisissables et pas toujours faciles à contacter [5] . Vous n’aurez pas obligatoirement besoin d’un agent. Si vous prévoyez d’autoéditer votre ouvrage, vous pourriez vous passer de l’aide d’un agent. Vous pourrez rechercher un agent sur le site du SFAAL Syndicat français des agents artistiques et littéraires. Vous pourrez passer différents profils de professionnels en revue et voir les types d’ouvrages sur lesquels ils travaillent [6] . Assurez-vous de lire les règles de soumission de l’agent avant de lui présenter votre travail. Généralement, vous devrez joindre les documents suivants. Une lettre d’accroche d’une page, décrivant votre travail. Le synopsis du livre. Un résumé de votre histoire. Si vous écrivez de la littérature non romanesque, un document très détaillé, d’environ 20 à 30 pages, expliquant pourquoi votre livre mérite d’être publié [7] . Quelques chapitres de l’ouvrage ou bien le manuscrit complet. 2 Renseignez-vous sur différentes maisons d’édition. Vous pourriez choisir d’autoéditer votre ouvrage, mais si vous souhaitez toucher un large public, sachez qu’il sera préférable d’être publié par une grande maison d’édition. Certaines maisons d’édition choisissent de ne publier ou même de ne lire, que les manuscrits présentés par un agent. Les agents et les maisons d’édition aiment également les ouvrages écrits par des auteurs déjà connus. Cependant, cela ne veut pas dire qu’il vous sera impossible d’attirer leur attention. Ces professionnels voudront s’assurer que vous avez une audience et savez vous vendre vous-même sur les réseaux sociaux. Certaines maisons d’édition, comme Penguin ou Allen & Unwin liront votre manuscrit, même si vous n’êtes pas représenté par un agent. Renseignez-vous sur les options d’autoédition [8] . L’autoédition peut sembler une bonne option pour court-circuiter tout un tas de gens qui vous opposeront un refus. Cela demande en fait beaucoup de travail et la raison pour laquelle il existe des maisons d’édition est justement que ces professionnels savent comment s’y prendre. Si vous optez pour l’autoédition et souhaitez publier des livres physiques, vous devrez trouver un bon distributeur. Vous pourriez également publier votre livre sous forme d’ebook sur le site d’autoédition d’Amazon [9] . 3 Affinez vos options d’édition. Une fois que vous avez choisi quelques maisons d’édition plus vous en aurez choisi, mieux ce sera, commencez à vous renseigner plus amplement sur celles-ci. Certaines ne publient que des livres pour adultes et seulement certains genres littéraires, alors que d’autres accepteront de plus nombreux ouvrages. Vous devriez trouver toutes ces informations sur le site de la maison d’édition. Certaines imposent certaines règles et une limite du nombre de mots, ou si vous devez être représenté ou non par un agent. Presque toutes les maisons d’édition exigeront un manuscrit physique imprimé de votre livre. Gardez également les caractéristiques imposées en tête. Certains éditeurs préfèrent lorsque l’interligne est double et que le texte est écrit dans une certaine police et à une certaine taille. Respectez les règles imposées. N’envoyez pas votre texte par email ou sur un CD, à moins d’être sûr que la maison d’édition accepte ces formats. N’envoyez jamais votre manuscrit original ou votre seul et unique manuscrit ! Le texte envoyé ne vous sera pas restitué. 4 Envisagez l’autoédition en ligne. Autoéditer un ebook est une option réaliste et courante. La façon la plus facile sera de recourir à la méthode Amazon’s Kindle Direct Publishing. Vous pourrez simplement télécharger votre manuscrit sur la plateforme et commencer à vendre votre livre. L’utilisation du service KDP est gratuite, mais Amazon retiendra jusqu’à 70 % de vos profits. Si vous autoéditez sur Internet, assurez-vous d’avoir fait relire votre travail par un professionnel et d’avoir fait faire la couverture par un designer graphique professionnel. Si vous recourez à cette méthode, vous devrez également travailler seul à la promotion de votre ouvrage. Soyez réaliste. Vous ne deviendrez probablement pas la prochaine star du monde littéraire avec votre premier ouvrage. Vous ne deviendrez pas célèbre du jour au lendemain. Généralement, acquérir une solide réputation demande des années de travail et la publication de plusieurs livres. 5 Attendez et faites preuve de patience. Envoyez votre ouvrage au plus grand nombre de maisons d’édition possible. Vous pourriez devoir attendre jusqu’à 4 mois, voire plus, pour que votre livre soit lu. Si un éditeur accepte votre livre, félicitations ! Vous verrez bientôt votre ouvrage dans les magasins. Cependant, la maison d’édition ne se chargera pas forcément de la promotion. Ce sera le travail d’un agent. Heureusement, une fois que votre travail aura été retenu par une maison d’édition, il ne vous sera généralement pas difficile de trouver un agent. Gardez tout de même en tête que dans la plupart des cas, vous devrez vous charger vous-même de la promotion de votre livre. Publicité Conseils Sachez que, quel que soit votre âge, la plupart des maisons d’édition publieront votre travail s’il est bon. Soyez prêt à faire face aux critiques et faites-en bon usage. Relisez toujours votre manuscrit avant de le présenter à un éditeur. Aucune maison d’édition n’acceptera votre travail s’il est plein d’erreurs de grammaire ou d’incohérences. Sachez aussi qu’il pourrait être préférable de recourir au service d’un réviseur professionnel. Écrivez ! Si tout le monde ne s’y prend pas de la même façon, il est généralement conseillé d’écrire autant que possible alors que les idées sont fraiches dans votre tête et de reprendre le texte plus tard. Les maisons d’édition ne se chargeront pas toujours de la promotion de votre livre. Ce sera à vous, l’auteur, de vous en charger. L’éditeur vendra le produit, mais ne fera pas sa promotion ou peut-être seulement sur son site Internet. Parlez de votre travail à vos amis et à votre famille et distribuez des prospectus un petit peu partout. Créez des pages sur les réseaux sociaux pour faire le buzz. Vous pourriez même demander à une librairie de votre ville de vous aider à faire connaitre votre ouvrage. Tentez votre chance auprès de nombreuses maisons d’édition. Certaines s’intéresseront à votre travail. Concentrez-vous sur l’histoire que vous êtes en train d’écrire. Si vous avez une autre idée, mettez-la par écrit et voyez si vous pouvez l’inclure à votre travail, sans mener l’histoire dans une direction tout à fait différente. Ne vous souciez pas encore de savoir si les gens apprécieront votre travail ou non. Tout le monde ne lit pas les mêmes genres et n’aime pas le même type d’histoires. Avant de commencer à écrire, commencez toujours par faire un plan. Que ce soit dans votre tête ou sur papier, faites un plan. Cela vous évitera d’écrire une histoire sans queue ni tête. Si vous essuyez le refus d’une maison d’édition, poursuivez vos efforts. Rowling s’est vu opposer 14 refus pour Harry Potter et la pierre philosophale, avant de trouver un éditeur qui a adoré le livre. Essayez une application qui permet au public de lire vos histoires. Les lecteurs vous feront remarquer les erreurs et vous pourrez également relire le travail d’autres auteurs. Publicité À propos de ce wikiHow Cette page a été consultée 25 310 fois. Cet article vous a-t-il été utile ?
10Ulama Syria, Syaikh Badruddin Hasan Diaab yang menulis "Anwar al-Masabih 'ala dhzulumatil Albani fi shalatit Tarawih". Saran kami. Hendaknya seluruh umat Islam tidak gegabah menyikapi hadis pada buku-buku yang banyak beredar saat ini, terutama jika di buku itu terdapat pendapat yang merujuk kepada Albani dan kroni-kroninya.
WritingWritten by MasterClassLast updated Mar 2, 2022 • 5 min readA step-by-step guide can help new authors overcome the intimidating parts of writing a book, allowing them to stay focused and maximize their creativity.
Setelahbenar-benar paham, siswa mencoba membuat gambar cover berdasarkan bacaan yang berjudul Secara mandiri siswa diminta untuk mengemukakan pendapatnya berdasarkan pemahaman yang sudah didapatkannya selama kegiatan pembelajaran berlangsung. letak yang tepat Sebagian besar objek gambar disusun dengan tata letak
Teknik menulis buku atau karya ilmiah tentunya tidak hanya memerhatikan substansinya saja. Ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan agar tulisan rapi dan sesuai dengan ketentuan teknis. Salah satu dari sekian banyak ketentuan teknis yang ada adalah penomoran halaman. Saat menulis buku, mungkin penulis terlalu fokus pada substansi sehingga lupa menambahkan nomor halaman atau page number. Masih banyak anggapan bahwa substansi alias isi tulisan lebih penting daripada teknisnya. Padahal, hal-hal teknis yang seringkali dianggap sepele seperti ini memiliki pengaruh terhadap kerapian tulisan. Sama halnya dengan teknis penulisan yang seringkali dikesampingkan atau diabaikan, penomoran halaman juga disepelekan karena penyisipannya yang mungkin dianggap ribet. Pada dasarnya, memberikan nomor pada halaman penting untuk dilakukan. Penomoran halaman berfungsi untuk melacak semua halaman yang ada dalam suatu naskah atau dokumen. Selain itu, adanya nomor halaman dapat digunakan untuk mengetahui dan memastikan halaman agar tersusun sesuai urutan. Penomoran halaman akan mempermudah proses penyusunan suatu naskah semenjak dicetak sebagai draf hingga diterbitkan dan dipublikasikan. Jika Anda mengabaikan atau lupa memberi nomor halaman saat menulis buku, ada baiknya mengingat kembali tata cara penomoran halaman. Dalam tulisan ini akan diuraikan langkah-langkah teknik menulis menomori halaman dalam dua cara. Menambahkan Nomor Halaman Dengan menggunakan program Microsoft Word, Anda bisa menambahkan nomor halaman secara otomatis. Penomoran halaman tidak perlu dilakukan dengan cara manual sehingga menyulitkan Anda. Untuk memberikan nomor pada halaman, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut. Double click bagian Header & Footer, lalu klik Tab Insert, lalu pilih Page Number untuk menyisipkan nomor halaman. Anda bisa memilih peletakan nomor halaman di bagian atas atau bawah halaman sesuai yang Anda inginkan. Anda juga bisa menentukan letak halaman di dalam margin atau di posisi kursor terakhir. Pilih letak nomor halaman di bagian samping kanan, tengah atau samping kiri. Anda bisa menentukan gaya penyisipan nomor halaman. Pilih sendiri lokasi nomor halaman dengan mouse. Dalam tampilan berikutnya akan terdapat banyak pilihan gaya nomor halaman. Gaya tersebut akan menentukan tampilan nomor halaman. Dalam tampilan letak nomor halaman terdapat kategori “Page X of Y” yang bisa disisipkan ke semua lokasi, kecuali di dalam margin. Usai memilih gaya nomor halaman, tab desain akan terbukan fokus dokumen akan beralih ke bagian Header atau Footer. Anda bisa mengganti format nomor halaman dengan klik Page Number di sisi kiri tab Design kemudian pilih Format Page Numbers.. Sebuah jendela baru akan terbuka untuk mengubah gaya penomoran halaman. Anda bisa memilih angka Arab, huruf, atau angka Romawi untuk disisipkan di suatu halaman. Anda juga dapat menyisipkan nomor bab dan letak dimulainya penomoran halaman pada naskah atau dokumen. Jika sudah selesai, Anda bisa menutup tab Design dengan melakukan klik pada tombol X berwarna merah dan putih di sebelah kanan. Klik di bagian tersebut juga dapat menutup Header & Footer Tools. Mengubah Gaya Nomor Halaman di Bagian Tengah Dokumen Selain menyisipkan nomor halaman, Anda juga bisa melakukan hal yang lebih kompleks, seperti mengubah gaya nomor halaman di tengah naskah. Untuk melakukannya, Anda bisa menempuh langkah-langkah di bawah ini. Memilih nomor halaman yang ingin diubah. Menempatkan kursor di awal dari halaman yang ingin diganti penomorannya. Kemudian klik Tab Page Layout dan pilih kategori Page Setup,lalu klik Setelah itu, pilih Next Page dari daftar opsi yang tersedia. Berikutnya, lakukan double click pada bagian Header atau Footer agar tab Design Selanjutnya, klik Link to Previous dan Anda akan berada di kategori Dokumen kemudian akan terbagi menjadi dua, yang bisa digunakan untuk mengganti Header dan Footer. Tautan antara Header dan Footer akan terpisah dan Anda bisa menghapus tautan di bagian yang benar sesuai dengan lokasi dan nomor halaman yang diinginkan. Berikutnya, klik tombol Page Number pada bagian Header & Footer, lalu masukkan nomor halaman yang baru. Anda dapat menggunakan jendela Page Number Format untuk mengubah gaya penomoran. Terdapat dua opsi untuk melakukan tindakan ini, yakni meneruskan penomoran atau memulai penomoran baru. Uraian di atas dapat Anda gunakan untuk menambahkan nomor halaman sekaligus mengubahnya dengan gaya yang Anda inginkan. Anda dapat memanfaatkan berbagai kelengkapan yang ada di Microsoft Word untuk melakukan hal tersebut. Menomori halaman tentunya bukan lagi hal yang sulit atau malas Anda lakukan ketika Anda telah mengetahui langkah-langkahnya dengan benar. Apalagi, jika Anda sedang menulis buku. Anda bisa memilih format-format penomoran halaman sesuai dengan ketentuan yang harus dipenuhi dalam naskah. Bagi penomoran halaman di tiap-tiap bab, Anda juga bisa menghilangkan nomor halaman di tiap-tiap halaman pertama suatu bab. Apakah Anda sedang atau ingin menulis buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara gratis. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda di sini. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang teknik menulis anda dapat melihat Artikel-artikel berikut Teknik Menulis Cara Membuat Daftar Isi secara Otomatis di Ms. Word Teknik Menulis Menyusun Laporan Hasil Penelitian Menjadi Buku Ajar Teknik Menulis 5 Hal dalam Buku Ajar yang Harus Diperhatikan! Teknik Menulis Buku, dengan Membaca Teks Kehidupan Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS disini! Jika Anda menginginkan EBOOK GRATIS tentang CARA PRAKTIS MENULIS BUKU, silakan download. [Wiwik Fitri Wulandari] Referensi
Dedikasidalam buku ini adalah karya puisi itu sendiri. Saya memiliki ingatan yang berbeda tentang 'Tidur dengan Musuh' ketika membaca buku ini, tetapi cerita ini memiliki beberapa tikungan dan putaran yang sangat unik. Karakter-karakternya tampak sangat nyata bagi saya - saya tinggal di kota kecil dan kami memang seperti itu! . Jika kamu membutuhkan informasi
Carilah Ide AndaRiset Genre Gaya Penulisan AndaBuatlah Outline Garis BesarMulailah Dengan Awal Yang MenarikFokuslah Pada Gaya Menulis AndaPikirkanlah Para Pembaca AndaTetapkan Target TulisanAtur Rutinitas MenulisSiapkan Ruang MenulisPakai Aplikasi Menulis Dengan MaksimalJaga Motivasi AndaRileks Ketika BuntuJangan Terburu-buru MenyelesaikannyaCarilah Penilaian TemanTemukan Penerbit Yang Tepat Menulis Buku kedengarannya cukup menyulitkan tapi ternyata tidak juga kok? Bagi segelintir Penulis, menulis adalah salah satu proses kreatif dari kehidupan. Kemampuan manusia menulis ada sejak lama, semenjak penemuan huruf, manusia mulai menuliskan isi pikirannya ke dalam kertas untuk dibaca orang lain. Sekarang ini, menulis dalam bentuk tulisan yang sangat panjang kedengarannya sangat langka, terlebih banyak yang terbiasa tinggal “copy-paste” saja. Gemah-ripah penulisan tidak terasa hingar-bingarnya lagi. Syukurlah, sekarang ini geliat dunia buku mulai bangkit, banyak lahirnya penerbit baru yang sedang membuka jalannya tersendiri. Sebenarnya menulis buku tidak terlalu sulit, asalkan kita dapat menemukan langkah yang tepat dan terarah. Untuk membantu anda mencapai tujuan itu, kami berikan beberapa langkah produktif untuk menulis buku. Carilah Ide Anda Salah satu hal penting dalam membuat karya buku anda adalah menemukan ide besar. Sayangnya ide tidak datang begitu saja, terkadang ide datang dengan sendirinya. Tapi masalahnya kemudian, anda enggan melanjutkannya lagi. Saya teringat Rowling mendapatkan ide menulis Harry Potter, ketika keretanya mengalami keterlambatan keberangkatan dari Manchester ke stasiun King’s Cross London pada 1990. Lalu bagaimana dengan kita sendiri, tentu tidak banyak orang yang begitu saja menemukan ide besar begitu saja. Untuk hal itu, mulailah dengan mengajukan pertanyaan sederhana kepada diri sendiri Apa yang ingin saya tulis?Hal penting untuk ditulis?Siapa yang ingin membaca tulisan saya?Apakah ide ini bisa berjalan secara efektif? Jawaban pertanyaan-pertanyaan ini tentunya akan membantu anda mencari pilihan terbaik penulisan buku anda. Pada sisi lain, lihatlah koleksi buku anda, dengan melihatnya bisa membantu menggambarkan arah penulisan anda sendiri. Riset Genre Gaya Penulisan Anda Melihat diri sendiri adalah hal paling terpenting, anda dapat melihat tulisan anda sebelumnya, mulai dari catatan buku pribadi hingga tulisan pada media sosial yang pernah anda tulis. Jangan pernah malu melihat tulisan anda sendiri, anda mungkin bisa tercengang melihat tulisan anda sendiri, bahkan bisa tahu pada waktu mana tulisan anda mengalir begitu bebasnya. Tetapi jika ingin menulis hal yang berbeda, bisa lihat buku populer yang laris terjual pada market place, atau lihat pada situs BookDepository, mereka sangat baik dalam memetakan buku-buku sesuai dengan genrenya. Jadi kita akan tahu yang orang-orang suka baca. Lihat Juga Macam Genre Buku. Buatlah Outline Garis Besar Untuk menulis buku, ada baiknya membuat garis besar isi buku tersebut, agar mempermudah arus penulisan buku tersebut. Saya sendiri sebelum menuliskan tulisan ini saja, membuat beberapa poin-poin penting yang perlu sampaikan. Dengan membuat poin-poin kita akan tahu titik mana saja yang perlu tekankan, agar informasi ini sampai ke para pembaca. Lain dengan novel, outline garis besarnya tentu saja berbeda, hal paling berbeda adalah pada poin konflik yang tercipta pada novel tersebut. Outline garis besar penulisan ada pada awal, tengah, dan akhir, tentu kita menginginkan buku tersebut mengalir apa adanya. Yang paling penting anda memiliki karakter penulisan anda sendiri. Mulailah Dengan Awal Yang Menarik Setelah kita membuat outline dari penulisan buku, hal yang paling terberat adalah bagian pertama, karena pada bagian awal adalah letak pertama kali para pembaca masuk. Seperti pintu masuk menyelami dunia buku anda. Pada awal bagian buku itulah, bagaimana para pembaca tertarik. Setelah mereka melihat sampul, para pembaca akan melihat bagian-bagian awal buku tersebut. Tentu saja pada bagian awal anda harus mencoba bereksperimen, tidak hanya melulu hal yang umum, salah satu contoh Novel karya Milan Kundera. Dia memiliki ciri pengantar sangat berbeda, pembahasan awalnya berbeda, entah kenapa tiba-tiba kita masuk pada cerita yang berbeda lagi. Fokuslah Pada Gaya Menulis Anda Gaya penulisan bukanlah harus mengenai ciri khas penulisan anda, kalau belum merasa menemukan gaya penulisan anda. Anda boleh mengikuti gaya penulisan orang lain, Seperti Bertrand Russel, pada masa penulisannya dia mencoba mengikuti gaya penulisan John Stuart Mill. Dengan mengikuti gaya penulisan penulis lain, lama kelamaan anda akan mampu menemukan gaya penulisan anda sendiri. Kalau belum menemukan, sesekali cobalah menulis pada waktu senggang, atau bisa sesekali langsung menuliskan ketika ada hal yang ingin perlu sampaikan. Sebenarnya dengan menulis secara seketika ketika datang ide, itu terasa sangat baik, tak hanya melatih gaya penulisan anda. Tapi juga akan menambah keragaman kosa kata serta kalimat. Pikirkanlah Para Pembaca Anda Meskipun menulis adalah bentuk ekspresi dari sebuah pikiran. Kita perlu juga, mengetahui para pembaca sukai. Alih-alih ingin membuat sesuatu tulisan yang berbeda malahan para pembaca tidak mengerti isi tulisan anda. Cara mengetahui apa yang para pembaca sukai dengan melakukan riset pada situs penjualan buku. Pada situs BookDepostory sudah menampilkan buku mana saja yang menjadi Best Sellers. Tapi akan menjadi berbeda, kalau anda menulis untuk segmen tertentu, pastinya anda sendiri sudah memiliki alasan tersendiri untuk menulis buku tersebut. Tidak dapat pungkiri, buku yang bagus belum tentu Best Seller, ada banyak buku yang mengilhami para penulis besar tapi berasal bukan dari buku Best Seller. Tetapkan Target Tulisan Menetapkan target penulisan adalah hal terpenting pada penulisan buku, sebenarnya sudah banyak yang mengajarkan ini. Dari mulai membiasakan menulis 500-750 kata per hari, dengan cara ini sangat bermanfaat sekali bagi yang belum terbiasa menulis sama sekali. Dengan asal corat-coret tulisan dari 500-750 kata perhari, lambat laun tidak akan terasa tulisan anda sendiri akan bertambah banyak, pada titik tertentu tidak akan terasa, tulisan anda mencapai kata per sesi anda menulis. Kalau sudah biasa melatih hal demikian, anda bisa menetapkan target penulisan buku anda sendiri. Menulis buku itu bukanlah hal cepat, bukan sistem kebut semalam. Menulis sebuah buku itu adalah menabung kata. Sebenarnya buat saya pribadi menyelesaikan buku dalam waktu kurang setahun sudah sangat cepat sekali. Sudah tahukan, kalau rutinitas keseharian kita suka menghambat hal yang kita inginkan, terlebih yang sudah terjebak dalam dunia pekerjaan, waktu menulis akan menjadi hal sempit bagi anda. Tapi cobalah Petakan waktu anda dalam sehari, pada titik waktu mana yang bisa anda luangkan dalam sehari. Pertanyaan dasarnya begini Kapan saya memiliki waktu luang paling banyak? Dalam sehari atau minggu?Pada jam berapa saya lebih produktif menulis?Bagaimana saya mengatur jarak setiap sesi penulisan? Setelah anda melihat diri sendiri, anda akan tahu bagaimana anda memanfaatkan jadwal dan mengatur waktu penulisan anda sendiri. Jangan terlalu banyak mengambil banyak waktu, nanti anda bisa jatuh dalam kebosanan. Niatnya agar cepat selesai, malahan tulisan anda semakin memburuk. Tidak semestinya seperti ruang kerja anda. Ruangan untuk menulis untuk keperluan menjaga konsentrasi dan ide-ide anda. Anda bisa menulis pada kamar anda sendiri. Bagi anda yang menyukai kesunyian dan hening, carilah ruangan untuk menulis yang tergolong sunyi, terlebih kita tahu ada saja gangguan tiap harinya, bisa berupa suara kendaraan serta lainnya. Zaman yang serba canggih sekarang ini, memungkin anda menulis pada waktu kapan saja, bisa pada waktu perjalanan berangkat kantor, jam istirahat, atau bisa juga ketika sedang rileks di kamar tidur. Sekarang tidak perlu lagi menenteng laptop kemana saja. Dengan Android atau Iphone anda, bisa menjadi media menulis. Dengan menggunakan aplikasi menulis yang tepat, anda bisa lebih produktif, baik itu menggunakan Microsoft Word atau Google Docs. Sekarang ini 2 aplikasi tersebut sudah mampu saling hubung, satu sama lainnya, and tidak perlu menyimpan data tulisan pada flashdisk lagi. Setelah anda selesai menulis dengan laptop, lalu berpindah ke telepon genggam anda dapat kita lakukan sekarang ini. Jaga Motivasi Anda Menjaga motivasi diri adalah hal yang paling sulit, seringnya pada awal penulisan anda sangat semangat sekali, tapi karena mengatur waktu dan pikiran anda terlalu padat, anda akan terjerumus pada kebosanan. Ketika muncul kebosanan anda perlu lihat kembali, kenapa anda memulai tulisan tersebut. Dan cobalah melihat sejauh mana tulisan anda. Bisa dengan mengkoreksi kesalahan kata, atau juga bisa membaca tulisan itu kembali. Rileks Ketika Buntu Ketika anda mulai pada titik buntu, terlebih anda sudah menjaga motivasi menulis anda, memang baiknya berhenti sebentar. Cari aktivitas lain yang bisa mengobati kebuntuan anda. Anda bisa jalan-jalan kemana saja dahulu , entah itu ke Coffee Shop atau pergi ke tempat anda bisa menghibur diri sendiri. Nantinya kita bisa menemukan sendiri sendiri kebuntuan tanda tanya tersebut. Mengistirahatkan pikiran penting sekali, makanya sejak awal mengatur ritme penulisan sangatlah penting sekali. Jangan Terburu-buru Menyelesaikannya Kita sudah tahu terburu-buru menyelesaikan adalah hal buruk dalam setiap kegiatan. Anda boleh saja menunda sebentar, terlebih sudah memasuki bagian akhir buku tersebut. Luangkan waktu untuk mencari alternatif penutup tulisan anda, hampir sama pada waktu awal anda menulis. Mencari penutup tulisan anda sangatlah penting sekali, karena pada akhirnya para pembaca bisa menarik kesimpulan menyukai tulisan anda. Carilah Penilaian Teman Meminta penilaian orang lain adalah hal yang paling tepat setelah tulisan buku anda selesai. Anda juga harus mampu menerima dan memahami penilaian teman anda. Kalau masih merasa kurang sreg, anda bisa meminta penilaian teman anda lainnya. Tapi baiknya pada poin-poin penting tulisan anda. Anda bisa membagikan pengantar buku anda saja, tidak perlu menyeluruh, kalau anda merasa perlu keseluruhan penilaian teman anda. Boleh juga kok memberikan draft tulisan anda seluruhnya, Temukan Penerbit Yang Tepat Pada bagian ini anda bisa memberikan draft tulisan anda kepada penerbit besar yang telah anda tuju. Pastikan anda tahu syarat-syarat agar tulisan anda diterbikan, Jika sudah anda kirim tapi belum mendapatkan jawaban, Anda bisa kok mencari Penerbit Indie. Ketika menerbitkan Penerbit Indie, seluruh biaya penerbitan itu ditanggung anda, Yang paling penting adalah anda harus siap dengan biaya dan strategi marketing anda sendiri. Lihat Juga Cara Menerbitkan Buku.
Informationalbook merupakan karangan nonfiksi yang dibuat atas dasar fakta atau hal yang benar-benar ada dalam kehidupan sehari-hari yang bermanfaat untuk pembelajaran. Penelitian ini dilakukan karena minimnya pengetahuan anak tentang budaya lokal dan rendahnya kegemaran membaca buku informasi yang tidak ditanamkan sejak dini.
Penulisan Daftar Pustaka, Urutan, dan Contoh Menulis Daftar Pustaka yang Benar – Dalam bahasa Indonesia ada istilah yang namanya daftar pustaka. Anda tentu sudah sangat familiar dengan istilah yang satu ini. Daftar pustaka dapat dilihat pada halaman terakhir sebuah buku, baik itu buku fiksi maupun non fiksi. Penulisan daftar pustaka berbeda dengan menulis kalimat biasa. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menulis daftar pustaka. Ketentuan ini sudah diatur dalam kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, atau sesuai EYD. Dalam menulis daftar pustaka juga harus sesuai dengan urutan komponen yang ada di dalamnya. Penulisan Daftar PustakaDaftar IsiPenulisan Daftar PustakaManfaat Daftar PustakaTata Cara Penulisan Daftar PustakaUrutan Daftar PustakaContoh Penulisan Daftar Pustaka Daftar Isi Penulisan Daftar Pustaka Manfaat Daftar Pustaka Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka Urutan Daftar Pustaka Contoh Penulisan Daftar Pustaka Sebelum membahas terkait penulisan daftar pustaka, ada baiknya Anda paham apa definisi daftar pustaka itu sendiri. Secara umum, daftar pustaka merupakan daftar rujukan atau referensi buku-buku ilmiah yang mendukung penulisan sebuah karya tulis, utamanya karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah harus bisa dibuktikan dengan berbagai teori yang mendukung. Maka dalam karya tulis ini harus ada daftar pustaka dengan buku referensi yang bisa dibuktikan. Ketika buku referensi tidak bisa dibuktikan, maka karya tulis tersebut akan susah diterima. Daftar pustaka ini juga punya istilah lain dalam bahasa Indonesia. Apa saja itu? Ada sumber pustaka, referensi, rujukan, dan pranala. Istilah yang paling sering ditemui adalah daftar pustaka dan referensi. Perlu diketahui jika daftar pustakanya adalah buku, maka ada tiga jenis sumber buku yang biasanya dicantumkan dalam halaman daftar pustaka. Apa saja jenis yang dimaksud tersebut? Buku Dasar Sebelum masuk ke tema khusus atau pokok bahasan utama, tentu dalam buku yang Anda tulis ada bahasan garis besarnya. Bahasan ini disebut dengan bahasan umum yang nanti arahnya juga tetap pada pokok bahasan utama. Untuk pembahasan umumnya ini, maka digunakan buku dasar sebagai sumbernya. Buku yang digunakan adalah yang tidak terlalu spesifik, namun tetap membahas pokok bahasan utama karya tulis. Buku Khusus Kedua ada buku rujukan khusus. Buku yang harus digunakan dengan kategori khusus ini adalah buku yang membahas pokok utama. Buku ini tentu harus lebih spesifik membahas tema atau judul yang Anda buat. Buku Pelengkap Terakhir ada buku pelengkap. Sesuai namanya, buku jenis ini hanya difungsikan untuk melengkapi karya tulis yang sedang digarap. Tema bukunya pun tidak harus menyesuaikan dengan tema pokok bahasa. Bahkan bisa sangat berbeda jauh, namun tetap punya inti manfaat di dalamnya. Manfaat Daftar Pustaka Sebelum beranjak ke pembahasan tata cara menulis daftar pustaka, Anda harus tahu bahwa penulisan ini pasti punya manfaat dibaliknya. Beberapa manfaatnya adalah sebagai berikut Etika Penulisan Kaidah bahasa Indonesia sudah menentukan berbagai aturan penulisan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pada penulis dengan sumber yang sudah dipusatkan. Aturan tersebut juga dikenal dengan etika kepenulisan. Etika penulisan juga menjadi rujukan para pakar dalam menilai sesuai atau tidaknya karya tulis yang dibuat. Maka menulis daftar pustaka dengan baik dan benar adalah sebuah keharusan, yang akan menentukan baik atau tidaknya tulisan yang sudah Anda buat. Dengan begitu, Anda sudah memenuhi etika penulisan yang baik sesuai kaidah. Simbol Terima Kasih Karya yang Anda buat akan diterima dengan baik apabila sumber dan kebenarannya bisa dibuktikan. Ini menjadi salah satu tantangan untuk Anda mencari buku rujukan yang sudah dibenarkan. Tentunya saat menggunakan rujukan ini tidak bisa secara diam-diam saja. Untuk itu, Anda bisa mengucapkan rasa terima kasih pada buku rujukan yang sudah digunakan dan mendukung selesainya penulisan karya tulis. Menulis daftar pustaka ini juga bisa menjadi simbol ucapan terima kasih pada para penulis buku rujukan. Para penulis buku rujukan akan merasa karyanya dihargai dan digunakan dengan semestinya, sehingga ilmunya pun tidak berhenti pada bukunya saja. Daftar pustaka akan menjadi bahasa tersirat untuk mengungkapkan rasa terima kasih Anda. Pendukung Ide Sering kali dalam menulis karya tulis, dibutuhkan contoh atau ide agar tulisan semakin menarik dan layak baca. Menentukan ide pun tidak harus didapat dari kondisi sekitar. Anda juga bisa mendapatkan ide menarik dari buku referensi yang dibaca. Apalagi jika tema karya yang akan ditulis punya kesamaan kasus dengan buku referensi, maka Anda hanya perlu memoles atau memodifikasi dengan baik agar terlihat unik. Dari sini dapat diketahui bahwa buku-buku dalam daftar pustaka punya peran yang cukup penting. Buku rujukan yang ditulis daftarnya pun bisa menjadi pendukung penulisan karya tulis Anda. Selain menjadi ide kepenulisan Anda, orang lain yang membaca buku Anda pun bisa saja terinspirasi saat melihat daftar pustaka yang ditulis di sana. Dengan begitu, Anda jadi bisa berbagi ide dengan orang lain. Pembuktian Data Penulisan karya tulis ilmiah, tentu harus memiliki dasar yang dijadikan bahan menulis. Setiap data di dalamnya juga tentunya harus sesuai. Kecuali jika buku tersebut isinya adalah buku yang seluruhnya fiksi. Untuk bisa membuktikan data yang tercantum adalah benar, maka daftar pustaka inilah yang dijadikan rujukan untuk mencari kebenarannya. Penilai karya tulis ilmiah pun akan dimudahkan dengan sistem kepenulisan rujukan ini. Mereka bisa membuktikan dengan mudah data yang sudah dicantumkan dalam buku karya tulis tersebut. Sebagai Referensi Silang Bagi Anda yang sudah sering terjun dalam kepenulisan karya tulis, mungkin sudah sangat familiar dengan istilah referensi silang. Referensi ini maksudnya adalah ketika Anda harus menyebutkan pada halaman berapa dan dalam buku apa data tersebut diambil. Pencarian dasar penulisan pun jadi lebih mudah ditemukan. Apalagi dalam karya tulis ilmiah memang sering kali penulis harus menunjukkan referensi silangnya. Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka Seperti yang dikatakan sebelumnya, daftar pustaka harus ditulis dengan baik dan benar sesuai kaidah bahasa yang baik dan benar. Beberapa komponen dari buku referensi harus dimasukkan. Cara menulisnya juga harus urut dan memperhatikan tanda baca sebaik mungkin. Lantas apa saja komponen yang ada dalam daftar pustaka? Dan bagaimana tata cara penulisan yang benar? Berikut ini bisa Anda simak penjelasannya Nama Pengarang Hal paling utama yang harus Anda tuliskan pada daftar pustaka adalah nama pengarang atau penulis buku referensi tersebut. Adapun penulisan nama ini harus dibalik, kata kedua dari nama diletakkan di depan dan kata pertamanya di belakang. Saat membalik nama tersebut pun, kedua kata dari nama tersebut harus dipisah dengan tanda koma. Contohnya Ani Mulyani menjadi Mulyani, Ani. Jangan lupa untuk mengakhirinya dengan tanda baca titik. Sedangkan untuk nama penulis yang punya 3 kata dalam namanya, maka hanya kata terakhirnya saja yang diletakkan di awal. Kata kedua dan ketiga tidak perlu dibalik dan tidak perlu dipisah dengan tanda koma. Contohnya Setiawati, Vivi Ayu. Dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan jika satu buku ditulis oleh dua orang penulis. Lantas, bagaimana cara menuliskan namanya? Nama penulis pertama aturannya mengikuti pembalikan nama seperti pada contoh. Namun, penulis kedua namanya ditulis normal atau sesuai nama aslinya tanpa dibalik dan tanpa mencantumkan tanda koma. Adapun aturan penulisan nama saat buku tersebut ditulis oleh lebih dari dua orang, maka hanya nama pertama yang dibalik. Selanjutnya tuliskan dkk atau Lalu, bagaimana jika referensi yang diambil adalah dari penulis yang sama? Untuk menuliskannya, Anda hanya perlu memuat satu baris nama saja. Baris berikutnya, Anda bisa buat garis lurus horizontal berukuran 10 spasi dan diakhiri titik. Contohnya Mulyani, Ani _________ . _________ . Tahun Terbit Dalam daftar pustaka juga harus dicantumkan tahun terbit buku referensi tersebut. Peletakannya setelah nama penulis. Sama halnya dengan nama penulis, penulisan tahun ini juga harus diakhiri dengan tanda baca titik. Contohnya Mulyani, Ani. 2020. Judul Buku Referensi Berbeda halnya dengan dua komponen di atas, kali ini judul buku referensi harus ditulis dengan cetak miring. Dalam aturan MS. Word, yang dipakai adalah tanda I. Namun, kadang kala ada juga yang menuliskannya dengan ditandai garis bawah. Judul ini letaknya tepat di belakang tahun terbit buku referensi. Tanda baca yang digunakan juga adalah tanda titik ., Contohnya Mulyani, Ani. 2020. Membaca Pintar. Kota Terbit Kota terbit atau kota penerbit ini diletakkan setelah tanda titik yang mengakhiri judul buku. Berbeda dengan komponen lain di atas, kota penerbit ini diakhiri dengan tanda baca titik dua . Contohnya adalah Mulyani, Ani. 2020. Membaca Pintar. Semarang Penerbit Komponen terakhir yang harus dimasukkan dalam daftar pustaka adalah nama penerbit buku referensi tersebut. Nama penerbit yang dimaksud adalah nama PT atau percetakan yang menerbitkan buku referensi tersebut, bukan nama orangnya. Letak nama penerbit ini ada di akhir, setelah penulisan kota penerbit. Setelah penulisan nama penerbit, diakhiri dengan tanda baca titik .. Urutan Daftar Pustaka Setelah tahu apa saja komponen yang harus dimasukkan dalam daftar pustaka, maka selanjutnya Anda juga harus tahu bagaimana urutan komponen-komponen itu secara baik dan benar. Urutan ini memang sudah ditetapkan dalam kaidah bahasa dan tidak bisa diubah sesuai selera. Hal ini karena aturan dalam kaidah sudah dipusatkan, sehingga memudahkan para penulis karya ilmiah dalam menulis referensinya. Adapun urutan daftar pustaka dimulai dari Nama penulis Tahun terbit buku referensi Judul buku referensi Kota penerbit Penerbit Komponen berurutan tersebut biasa disingkat dengan NATAJUKOPEN. Singkatan ini akan memudahkan Anda dalam mengingat urutan daftar pustaka yang benar. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan lupa urutan komponen dan berakhir dengan penyusunannya yang awur-awuran. Contoh Penulisan Daftar Pustaka Seperti dikatakan di awal, beberapa buku referensi memiliki komponen yang lebih beragam, sehingga penulisannya juga harus diperhatikan dengan baik. Agar lebih mudah mempraktikkan penulisannya, berikut di bawah ini bisa Anda simak beberapa contohnya Mulyani, Ani. 2020. Membaca Pintar. Semarang PT. Adi dan Dimas Aditya. 2007. Pandai Berbahasa. Jakarta Media Hadi dkk. 2016. Damai Dalam Adat. Yogyakarta Publisher. Dari ketiga contoh di atas, sudah ada beberapa variasi penulisan referensi yang berbeda, mulai dari yang penulisnya satu orang, dua orang, hingga banyak orang. Anda bisa sesuaikan dengan buku referensi yang digunakan. Berbagai penjelasan di atas, bisa menjadi acuan wawasan untuk Anda yang masih belum lihai dalam penulisan daftar pustaka. Mari hargai dan buktikan data dalam karya tulis, dengan daftar pustaka yang baik dan benar. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta
Kedua adalah buku yang memiliki audiens yang suka merasa superior dalam dunia baca-membaca. Mereka anti wattpad, anti receh receh club. Penerbit menerima naskah semacam ini karena naskah ini sangat sangat sangat bagus dan mereka tahu MASIH ADA PASARNYA. Pasar buku receh lebih luas, tapi tipe buku ini akan melengkapi lubang yang tak bisa diisi
Daftar Pustaka – Pengantar Teman-teman pernah mendengar istilah plagiat? Situasi ini bisa terjadi karena penulis tidak mencantumkan sumber asli dari bahan tulisan yang dibuatnya. Dalam dunia sekolah pun, teman-teman bisa saja terjebak dalam keadaan ini jika tidak mampu menuliskan sumber referensi dari makalah yang dibuat dengan baik dan benar. sumber gambar Walaupun terkesan mudah, nyatanya masih banyak yang kesulitan menerapkan penulisan daftar pustaka yang benar dalam akhir tulisannya. Tanda baca dan urutan selama penulisannya menjadi momok yang membuat seseorang terburu malas untuk mencantumkan berbagai referensi sumber dari tulisannya. Supaya teman-teman tidak dicap sebagai plagiat dan dapat menuliskannya secara tepat, berikut ini panduan cara menulis daftar pustaka yang tepat sesuai dengan jenis sumber yang dipakai. Penulisan Daftar Pustaka dari Sumber Buku Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis daftar pustaka dari sumber buku. Namun, hal paling utama adalah memperhatikan urutan dan tanda bacanya. Berikut adalah urutan sebuah referensi dari buku. 1. Nama Nama penulis ditulis paling awal. Ingatlah untuk selalu menuliskan nama belakang penulis terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan tanda koma , setelah itu cantumkan nama depan dan tengah penulis buku tersebut. Jika buku tersebut merupakan karya dari dua penulis atau lebih, hanya penulis pertama yang urutan namanya dibalik. Penulis kedua dan seterusnya berada setelahnya dengan urutan yang sesuai nama aslinya. Jika pada buku tersebut nama penulis dicantumkan lengkap dengan gelar pendidikan atau gelar lain, gelar-gelar tersebut tidak perlu dituliskan. 2. Tahun Terbit Setelah nama, cantumkan tahun terbit dari buku yang teman-teman gunakan sebagai referensi. Jangan terkecoh pada angka tahun cetakan awal sebab bisa saja buku yang kamu pakai merupakan cetakan kedua, ketiga, ataupun terakhir. 3. Judul Buku Tuliskan judul bukumu secara lengkap. Jangan lupa, penulisan judul dibuat dengan italic miring. 4. Kota dan Nama Penerbit Bagian terakhir dalam penulisan daftar pustaka sebuah buku adalah mencantumkan kota penerbitan dan nama penerbit yang mencetak buku tersebut. Dahulukan penulisan nama kota, baru diikuti dengan nama penerbit yang dibatasi dengan tanda titik dua . Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tanda batas dari tiap urutan. Pastikan teman-teman menggunakan tanda titik . untuk membatasi urutan nama, tahun terbit, judul buku, hingga kota dan nama penerbit. Contoh Daftar Pustaka dari Buku Data Buku Judul Family Medical Care Volume 4 Penulis Dr. John F. Knight Penerbit Indonesia Publishing House Kota Penerbit Bandung Tahun Terbit 2001 Cara Penulisan Knight, John F. 2001. Family Medical Care Volume 4. Bandung Indonesia Publishing House. Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel dalam Jurnal, Koran, atau Majalah Tidak berbeda jauh dengan penulisan dari sumber berupa buku, teman-teman pun perlu mencantumkan nama penulis, tahun terbit, judul artikel, hingga kota dan nama penerbit. Hanya saja, ada perbedaan penulisan untuk beberapa urutan tersebut, yakni sebagai berikut. 1. Nama Pastikan nama yang teman-teman tulis dalam daftar pustaka artikel tersebut adalah penulis artikelnya, bukan editor dari jurnal, koran, ataupun majalah yang menjadi sumber referensi. 2. Judul Dahulukan penulisan judul artikel yang menjadi sumber referensi. Penulisan tidak dengan format italic, melainkan tegak lurus dengan pemberian tanda kutip “ pembuka dan penutup. Setelah itu, lanjutkan dengan penulisan sumber jurnal ataupun majalah yang memuat artikel tersebut. Penulisan nama jurnal, majalah, atau koran baru dicetak miring. Ikutkan di halaman berapa artikel tersebut dimuat yang ditulis dalam tanda kurung […]. Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel Jurnal Data Artikel Judul Jurnal Sirok Bastra Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan Volume 1 Judul Artikel Bahasa Indonesia dalam Informasi dan Iklan di Ruang Publik Kota Pangkalpinang Penulis Umar Solikhan Penerbit Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kota Terbit Pangkalpinang Tahun Terbit 2013 Cara Penulisan Solikhan, Umar. 2013. “Bahasa Indonesia dalam Informasi dan Iklan di Ruang Publik Kota Pangkalpinang” dalam Sirok Bastra Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan Volume 1 hlm. 123-129. Pangkalpinang Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penulisan Daftar Pustaka dari Internet Selain artikel cetak, tidak jarang seseorang mengambil sumber tulisannya dari artikel-artikel di internet dalam Untuk penulisan daftar pustaka dari internet seperti ini, urutannya adalah sebagai berikut 1. Nama Cara penulisan nama untuk artikel daring tidak berbeda dengan penulisan nama dari sumber buku maupun artikel cetak. 2. Tahun Penayangan Tuliskan tahun penayangan dari artikel tersebut. 3. Judul Judul artikel daring tidak ditulis secara italic, melainkan hanya diapit tanda kutip “. 4. URL Jangan lupa menyalin alamat URL dari artikel tersebut agar dapat diakses jika ada yang ingin membuktikan kesahihannya. 5. Waktu Pengambilan Di bagian akhir, jangan lupa mencantumkan waktu pengambilan artikel daring itu secara lengkap, yakni tanggal dan jam saat kamu mengunduh ataupun menjadikannya referensi. Selain urutan, masalah tanda batas dalam daftar pustaka artikel internet/daring agak berbeda dengan penulisan dari sumber cetak. Tanda titik . sebagai batas hanya berlaku untuk mengakhiri nama penulis dan tahun penayangan. Sementara itu, pembatasan dari judul ke URL dan dari URL ke waktu pengambilan data berupa tanda koma ,. Contoh Daftar Pustaka dari Internet Artikel Daring Data Artikel Judul Inikah Dampak Mematikan Pemanasan Global? Penulis Jeko Iqbal Reza Tanggal Tayang 29 Agustus 2015 Waktu Akses 10 Februari 2016, pukul URL Cara Penulisan Reza, Jeko Iqbal. 2015. “Inikah Dampak Mematikan Pemanasan Global”, diakses pada 10 Februari 2016 pukul Kontributor Teodora Nirmala Fau, Alumnus Program Studi Bahasa Indonesia UI Materi lainnya Majas Unsur Intrinsik Puisi Unsur Intrinsik Cerpen
A Cara Penulisan Huruf Kapital Yang Benar 1. Huruf kapital digunakan sebagai penggunaan huruf pertama dalam ungkapan yang berkaitan dengan hal-hal keagamaan, kitab suci, nama Tuhan termasuk kata gantinya. Contohnya: - Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang - Qur'an, Alkitab, Injil, Taurat - Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha
Pengertian Referensi Cara Menulis Referensi Berdasarkan Gayanya 1. Humanities style 2. Scientific style 3. APA Style 4. MLA Style 5. Chicago dan Turubian Style 6. AMA style Cara Menulis Referensi 1. APA Style 2. MLA Style 3. Chicago dan Turabian Style 4. AMA style Contoh Penulisan Referensi 1. Contoh Penulisan APA Styles – Cara Menulis Referensi 2. Contoh Penulisan MLA Style – Cara Menulis Referensi 3. Contoh Penulisan Chicago dan Turubian Style – Cara Menulis Referensi4. Contoh Penulisan AMA Style – Cara Menulis Referensi Cara menulis referensi. Sedang pusing mencari cara menulis referensi untuk tugas kuliah yang super ketat aturan mainnya? Tenang, hari gini masalah seperti ini tidak perlu Anda pusingkan. Karena cukup dengan search googling, semua masalah akan kelar. Berbicara cara menulis referensi, sebenarnya tidak akan jauh membahas penulisan daftar pustaka. Tergantung dari konteks pemahamannya. Ada juga yang menjadikan daftar pustaka dengan sumber referensi. Agar tidak memakan banyak waktu, langsung saja simak cara menulis referensi berikut ini. Pengertian Referensi Sebelum lebih lanjut mempelajari tentang cara menulis referensi, kita perlu mengenal secara singkat tentang referensi. Referensi dapat diartikan sebagai sumber informasi yang digunakan sebagai data pendukung sebuah tulisan atau karya ilmiah. Penulisan referensi dapat dicantumkan di badan tulisan, dan ada juga yang menuliskannya lagi di halaman referensi atau halaman daftar pustaka. Penulisan referensi wajib hukumnya di dalam karya tulis atau dalam sebuah penelitian. Karena sumber referensi sebagai bentuk pertanggungjawaban penulis terhadap karya yang dituliskannya. Referensi disusun secara alfabetis. Umumnya ditulis dalam bentuk kutipan ataupun teks. Untuk lebih lengkap, nanti akan kita ulas di bawah. Baca Juga Cara Menggunakan Mendeley Cara Penulisan et al pada Sitasi Daftar Pustaka dari Dokumen Internet Cara Menulis Referensi Berdasarkan Gayanya Berdasarkan golongan ilmu, referensi dibagi menjadi beberapa format. Sebenarnya ada dua format penulisan referensi, dimana masing-masing format memiliki banyak jenis penulisan. 1. Humanities style penulisan referensi secara teknis dilihat berdasarkan bentuk karya tulis, atau tulisan yang sedang dituliskannya. Apakah itu masih masuk ke ranah humanities style atau bukan. Jika masih masuk ke dalam humanities style, maka bisa menggunakan format penulisan seperti APA. 2. Scientific style Sementara penulisan atau karya yang masuk ke dalam scientific style, penulisan referensi bisa menggunakan format MLA. 3. APA Style APA kepanjangan dari American Psychological Association. Sesuai dengan namannya, APA ini banyak digunakan untuk jenis penelitian dan karya ilmiah yang meneliti dibidang psikologi dan sosial. 4. MLA Style MLA kepanjangan dari Modern Language Association. Jenis referensi ini lebih sering digunakan untuk penulisan humanities dan dibidang bahasa inggris. MLA lebih cocok digunakan untuk sumber-sumber penelitian. Terkait dengan penyajiannya, MLA styles sengaja disusun dengan sederhana, fungsinya memberikan kemudahan kepada penulis untuk membuat kutipan. 5. Chicago dan Turubian Style Chicago dan Turabian Styles lebih sering digunakan untuk penulisan sitasi dibidang-bidang tertentu. Seperti sastra, seni dan sejarah. 6. AMA style AMA Kepanjangan dari American Medical Association. Sesuai dengan namanya, Anda bisa menebak jenis ini diperuntukan untuk apa. Yap, benar sekali, AMA Style salah satu gaya sitasi yang banyak digunakan untuk penelitian di bidang kedokteran, kesehatan hingga biologi. Baca Juga Kumpulan Daftar Pustaka dari Internet Daftar Pustaka Website Pemerintah Penulisan Daftar Pustaka dari Buku Cara Menulis Referensi Berikut cara menulis referensi berdasarkan gayanya 1. APA Style Adapun cara menulis referensi berdasarkan karakteristik dari gaya penulisan APA Styles, meliputi beberapa poin berikut. Saat dituliskan di halaman daftar pustaka, ditulis secara berurutan berdasarkan alfabetis. Ditulis dari nama belakang penulis jika penulis memiliki nama panjang. Jika referensi tersebut tidak ada penulisnya, maka bisa dituliskan judulnya. Nama depan penulis ditulis sebagai inisial. Jika referensi berasal dari sumber penulis yang sama, maka diurutkan dari tahun yang paling lama. Setelah penulisan tahun, dibelakang tahun dapat dituliskan huruf a, b dan c 2. MLA Style Cara menulis referensi pada MLA Style, Anda perlu memperhatikan beberapa poin sebagai berikut ini. Penulisan nama penulis ditulis secara lengkap. Jika penulis memiliki nama depan dan nama belakang tetap dituliskan. JIka umumnya tahun terbit dituliskan setelah nama penulis, pada jenis MLA Styles tahun terbit justru diletakan di bagian akhir. Menuliskan nomor halaman kutipan dan perlu juga menuliskan kutipan kata akhir. Dibolehkan menambahkan media dan format. Misalnya bisa menambahkan web, cetak maupun online. Jika sumbernya dari online, maka cukup ditulis tanggal-bulan dan tahun akses, dan ANda tidak perlu menyertakan sumber onlinenya. 3. Chicago dan Turabian Style Cara menulis referensi chicago dan turabian styles, spesifiknya sebagai berikut. Penulisan untuk kutipan, nama penulis ditulis seperti terdaftar dalam artikel yang mana dituliskan nama depan dan nama akhir. Sementara penulisan di daftar pustaka penulisan nama panjang penulis dibalik nama akhir, nama depan. menulis dalam bentuk footnotes atau endnotes di tiap kutipan penulisan footnotes didasarkan pada nomor secara urut. Selalu menyertakan tanggal publikasi atau tanggal terakhir di update. Bagaimana jika tidak ada? Maka dapat menggunakan kode Untuk tulisan pendek dapat ditempatkan dengan memberikan tanda “ di antara judul. tetapi untuk judul karya tulisan panjang seperti buku, jurnal, film ditulis miring. Chicago dan turabian styles ditulis dengan dua sistem pencatatan, yaitu notes-bibliography yang banyak digunakan di bidang humaniora. Ada juga gaya author-date yang lebih sering untuk jenis ilmu alam, ilmu sosial dan ilmu fisik. 4. AMA style Cara menulis referensi menggunakan model AMA Styles didasarkan pada beberapa poin berikut. a. Penulisan referensi di daftar pustaka ditulis berdasarkan urutan numerik. b. Menggunakan aturan spasi tunggal dalam daftar pustaka c. Penulis ditulis dari nama belakang terlebih dahulu. Kemudian nama depan cukup dituliskan inisialnya saja. Antara nama belakang dan depan cukup ditandai menggunakan tanda , Contoh Penulisan Referensi Jika sebelumnya kita sudah mengetahui cara menulis referensi tentang pengertian, cara dan karakteristik penulisannya. Berikut adalah contoh penulisan referensi terlengkap. 1. Contoh Penulisan APA Styles – Cara Menulis Referensi Tidak dapat dipungkiri jika ada banyak kasus permasalahan dalam penulisan APA Style. Permasalahan yang umum ditanyakan adalah masalah dari sumber referensi. Berikut ulasan lengkapnya. a. Dari Jurnal Online Jika dilihat dari cara penyajiannya, ada dua yang bisa dituliskan, sebagai berikut. Kutipan Elisa, 2010, P. 211 Lembar Referensi / Daftar Pustaka format 1 penulis. tahun. Judul Artikel. Nama jurnal. Volume. Halaman.. DOI Format 2 Penulis. Tahun. Judul Artikel. Nama Jurnal. Volume. Halaman. Diakses dari URL. b. Majalah Online Kutipan Barile, 2011 Lembar Referensi/Daftar Pustaka Format Penulis Tahun, bulan-tanggal. Judul Artikel. Nama Majalah. Diakses dari URL. Contoh Elisa, Irukawa. 2021, April. Cara Menulis Buku Ilmiah. Majalah Deepublish. Diakses dari c. Surat Kabar Online Kutipan Bella, 2021 Lembar Referensi/Daftar Pustaka Penulis. Tahun, bulan-tanggal. Judul artikel. Nama surat kabar. diakses dari URL. Contoh Bella, R.. 2021, Juni 24. Budidaya jamur. Deepublish Online. Diakses dari d. Sumber Buku – Pengarang Jelas Kutipan Salma, 2021 Lembar Referensi/Daftar Pustaka Format Penulis. Tahun. Judul Buku Edisi. Tempat Terbit Penerbit. Contoh Yuan, P. 1998. Shanghai Jahwa Liushen Shower Cream A. In Kumar, Ed. Case Studies in Marketing Management Dehli Pearson. e. Sumber Buku Tanpa Pengarang Kutipan Cara menulis kutipan, tidak bisa dituliskan identitas referensinya. Lembar Referensi/Daftar Pustaka Format. Judul Buku Edisi. Tahun. Tempat Penerbit. Contoh Cara Cerdas Memanfaatkan Sampah 12th ed. 2021. Yogyakarta. Deepublish. 2. Contoh Penulisan MLA Style – Cara Menulis Referensi Contoh penulisan MLA Style juga dapat ditulis berbeda-beda, bergantung dari sumber referensi yang digunakannya. Berikut beberapa sumber referensi yang lazim digunakan. a. Contoh Penulisan Buku KutipanFormat Nama akhir penulis halaman nomor Halaman. Contoh Elisa mengatakan 21 … Dalam studi lain partini 21,,, Halaman Referensi/Daftar Pustaka Sementara saat ditulis dalam bentuk daftar pustaka, maka dapat dilihat sebagai berikut. Format Nama akhir Penulis, Nama depan. Judul. Tempat Terbit Penerbit, Tahun Terbit. Contoh Elisa. Stereotip Gender Pada Anak SD Usia 5 Tahun. Edisi Satu. Yogyakarta Penerbit Deepublish, 2021. b. Contoh Penulisan Referensi Dari Jurnal Teknis Penulisan Kutipan Contoh Berbeda dengan pendapat penulis lain Salma, 16 berpendapat …. Salma 16 berpendapat… Halaman Referensi/Daftar PustakaFormat Nama akhir penulis I, nama depan dan nama depan penulis 2, nama akhir. “Judul artikel”. Judul Jurnal. Volume. Issu tahun Halaman. Contoh Salma, Hajroh. “Beyond Growth Library and Develpoment.” Annals of Librarry Research 40. 52021 1111-1130. Print. c. Penulisan Referensi Dari Artikel Surat Kabar Cetak Ataupun Online Teknis Penulisan Kutipan Contoh lainnya Fanny, 12 berpendapat… Fanny 12 menyatakan bahwa… Halaman Referensi/Daftar Pustaka Format Nama akhir penulis, nama depan. “Judul artikel”. Judul Surat Kabar. Tanggal Bulan Tahun Publikasi, Nomor Halaman. Contoh Fanny, Abdilah. “Kriminal Dalam Penipuan Paket.” Kedaulatan Rakyat. 16 Juni 2021, Halaman 14. d. Publikasi Pemerintah Teknis Penulisan Kutipan Contoh Gambar yang dikeluarkan Propinsi DIY 20 memperlihatkan… Halaman referensi/Daftar Pustaka Contoh Propinsi DIY. Pemda Prop. DIY. Laporan Tahunan Pertumbuhan Ekonomi Daerah DIY 2021. Yogyakarta Pemda DIY, 2021. Cetak. Hasil Konferensi/Seminar Halaman Referensi/Daftar Pustaka Format Nama akhir penulis, nama depan. “judul paper/makalah”. Judul Prosiding. Tempat terbit Penerbit, tahun terbit. halaman. format contoh Gustra, Alfi. “Cara Membaca Karakter Orang Lewat Gesture”. Prosiding Konferensi Perpustakaan Digital ke-6. Yogyakarta Deepublish, 2021. 52-58. Cetak. 3. Contoh Penulisan Chicago dan Turubian Style – Cara Menulis Referensi a. Bersumber Dari Buku Apabila Ditulis dalam bentuk kutipan Ada yang ditulis dalam bentuk catatan footnote ataupun end notes. Contoh sebagai berikut. 01. Aruming, Kesetaraan Gender Pada Anak-anak Yogyakarta Penerbit Deepublish, 2021, 53. Apabila ditulis dalam Daftar pustaka/Referensi dalam daftar pustaka, dapat ditulis sebagai berikut. Aruming. Keseteraan Gender Pada Anak-anak. Yogyakarta Deepublish, 2021. b. Bersumber dari Jurnal Majalah Apabila Ditulis dalam bentuk kutipan Masih sama, dapat ditulis dalam bentuk footnotes. Contoh 02. Haris Karim. “Beyond Growth Library and Developtment.” Annals of Library Research 2021 33-40. Apabila ditulis dalam Daftar pustaka/Referensi Jika ditulis dalam bentuk daftar pustaka atau lembar referensi dapat ditulis sebagai berikut. Karim, Haris. “Beyond Growth Library and Development.” Annals of Library Research 20, no 3 2021 33-40 c. Situs Web Apabila ditulis dalam Daftar pustaka/Referensi maka dapat ditulis sebagai berikut. LPPM. LPPM Universitas Gadjah Mada. diakses 23 Juni 2021. Elisa, Irukawa. Cara Cepat Dapat Duit Lewat Youtube. diakses 24 Juni, 2021 d. Jurnal Majalah Online Penulisan di daftar pusatka atau di lembar referensi dapat ditulis sebagai berikut. Bernad, Jamal. “Independence Faktors”. Americana No. 1 20001-8. diakses 23 Juni 2021. e. Dari Email Ternyata sumber referensi juga dapat diperoleh dari email. Penulisan Kutipan 05. Arif Sudrajat. Pesan E-mail ke Penulis, 24 Juni 2021. Penulisan di halaman daftar pustaka/referensi Sudrajat, Arif. Pesan E-mail ke Penulis, 24 Juni 2021. 4. Contoh Penulisan AMA Style – Cara Menulis Referensi a. Contoh Bersumber Dari Buku Penulisan Kutipan Contoh 14. Elisa I, Lintas Batas menembus Zaman. Yogyakarta Deepublish, 2021. Penulisan di halaman referensi/daftar pustaka Format Penulis. Judul. Tempat Terbit Penerbit, Tahun. Dari format di atas, teknis penulisan penulis cukup dituliskan nama akhir, kemudian barulah diikuti inisial nama depan Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat contoh berikut. Elisa I. Lintas Batas Menembus Zaman. Yogyakarta Deepublish. 2021. b. Jurnal Penulisan Kutipan 09. Jonathan K. Beyond Growth Library and Development. Annals of Library Research 2015; 401111-1130 Penulisan di halaman referensi/daftar pustaka Format Penulis. Judul Artikel. Nama Jurnal; volume. Inclusive page numbers. Contoh Jonathan K. Beyond Growth Library and Development. Annals of Library Research 2015; 401111-1130 Poster S, Ramanathan R, Nobiln KH, et al. c. Jurnal Online Penulisan Kutipan Penulisan kutipan pada jurnal online sama seperti di atas. Hanya saja ada perbedaan dalam penulisan di halaman referensi atau di daftar pustaka. Yang akan dicontokan di bawah. Penulisan di halaman referensi/daftar pustaka Terkait dengan format penulisan dari jurnal online, memiliki beberapa format yang dapat digunakan. Untuk lebih lengkapnya, format dapat dilihat sebagai berikut. Penulis. Judul Artikel. Nama Jurnal. Tahun; volissue; pages. URL. Published date. Update Judul Artikel. Nama Jurnal. Tahun; volissue; pages. URL. Published date. Update Judul Artikel. Nama Jurnal. Tahun; volissue; pages. Doi Dari contoh format di atas, jika ditulis dalam bentuk lembar referensi atau daftar pustaka, dapat ditulis sebagai berikut. Elisa, I. Faktor Kesuksesan. Jurnal Nasional 2021; 1 5 1-9. http// diakses 21 Juni 2021. Sebagai tambahan informasi. Setiap penulisan di lembar refrensi atau di daftar pustaka ada dua baris. Maka baris ke dua wajib diberi jarak ke dalam. Seperti contoh di bawah. Tulisan Awal Elisa, I. Faktor Kesuksesan. Jurnal Nasional 2021; 1 5 1-9. http// diakses 21 Juni 2021. Setelah diberi Jorok Ke dalam di baris ke dua. Elisa, I. Faktor Kesuksesan. Jurnal Nasional 2021; 1 5 1-9. http// diakses 21 Juni 2021. Baca Juga Daftar Pustaka Laporan PKL Daftar Pustaka dari Website Daftar Pustaka dari Jurnal Ternyata jika dipelajari lebih spesifik, teknik penulisan referensi ataupun daftar pustaka cukup banyak dan kompleks ya. Dari ulasan di atas, jika di spesifikan lagi, masih ada pembahasan lebih mendalam loh. karena keterbatasan ruang, tidak semua dapat disampaikan. Semoga sedikit ulasan ini ada ilmu yang didapatkan. Itulah ulasan tentang cara menulis referensi. Semoga dari penjabaran dan contoh di atas memberikan gambaran dan kemudahan dalam penulisan. Irukawa Elisa Apakah Anda sedang atau ingin menulis buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara GRATIS. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda di sini. atau Anda bisa langsung Kirim Naskah dengan mengikuti prosedur berikut ini KIRIM NASKAH Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang menulis buku, Anda dapat melihat artikel-artikel kami berikut Teknik Menulis Tata Letak Paragraf saat Menulis BukuTeknik Menulis Buku Biografi Agar Sesuai dengan NarasumberEmpat Fungsi Ilustrasi dalam Teknik Menulis Buku AjarTeknik Menulis Buku, dengan Membaca Teks KehidupanTeknik Menulis Buku Yang Menarik untuk Dibaca Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS disini!
SumberDaftar Pustaka. Berdasarkan KBBI, daftar pustaka adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, nama penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan di bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun menurut abjad. Penulisan daftar pustaka yang benar mutlak menjadi syarat sebuah karya dapat disebut karya akademik atau tidak.
Penerbit Buku – Menulis buku merupakan salah satu keinginan masyarakat yang tidak dapat semua orang untuk melakukannya. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman dengan cara menulis buku yang baik dan benar. Maka langkah awal yang wajib Anda ketahui ketika hendak menulis buku adalah cara untuk menulisnya. Nggak sulit loh ternyata menulis buku itu! Bahkan dapat dilakukan bagi Anda yang masih pemula. Jadi, pernahkah Anda terbesit untuk menulis buku tapi merasa sulit? Atau tidak tahu caranya? Nah informasi kali ini sangat berguna untuk kalian yang ingin menulis buku dengan mudah dan cepat. 1. Munculkan Ide Menarik2. Buatlah Kerangka Buku3. Pikirkan Target Pembaca4. Buat Target Waktu Penulisan5. Sering Latihan6. Refresing7. Menulis Buku Sesuai Kriteria PenerbitTips Menulis Buku bagi Pemula yang Baru Belajar1. Perhatikan Cara Penulisan2. Buat Sub Bab Sesuai Tempatnya3. Pembahasan yang Lengkap4. Gaya Penulisan5. Memenuhi Syarat 1. Munculkan Ide Menarik Pertama-tama yaitu mencari ide yang menarik. Tidak perlu pusing untuk menemukan sebuah ide. Ide dapat ditemukan disekitar kita loh. Bisa dari pengalaman, kesukaan, kebutuhan masyarakat, dan pekerjaan. Menemukan ide ini menjadi dasar konsep dari buku yang akan ditulis. Kemudian Anda dapat melakukan sebuah riset. Riset ini akan memberi suatu gambaran pasti yang akan ditulis. Riset dapat dilakukan dengan cara mengunjungi toko buku atau dari internet. 2. Buatlah Kerangka Buku Kerangka buku berguna sebagai pedoman penulis untuk mengembangkan tiap gagasan mejadi isi yang utuh. Ternyata dengan membuat kerangka dapat meminimalisir kebingungan atau stuck di tengah jalan loh. Kerangka buku inilah menjadi pengarah untuk mengembangkan konsep. Dengan demikian, kita akan semakin terarah ketika menjabarkan kerangka menjadi isi yang lebih terstruktur. 3. Pikirkan Target Pembaca Nah kalau cara menulis buku berikutnya ini sangat penting untuk dipertimbangkan. Membuat buku tentu memiliki tujuan. Tujuan inilah yang menentukan target siapa yang akan membaca buku. Misal target Anda adalah anak-anak, maka menulis buku dengan pembahasan yang cocok untuk anak-anak, bisa dongeng, cerita, atau materi belajar anak-anak. Target ini sangat penting agar buku yang Anda tulis banyak peminatnya. Bagimana jika menulis buku tetapi sedikit pembaca? Tentu menulis buku terasa sia-sia saja bukan? Untuk itu tentukan kira-kira siapa target pembaca buku Anda! 4. Buat Target Waktu Penulisan Setelah menentukan siapa target pembaca, Anda perlu menarget kapan saja waktu untuk menulis. Cara ini membantu kedisiplinan dalam menulis buku. Jangan sampai menulis Anda tertunda karena tidak ada rincian waktu untuk menulis! Nanti bisa-bisa buku nggak jadi-jadi deh, parahnya lagi dapat terbengkalai. Target waktu ini juga dapat memperlancar proses penyelesaian buku kita. Buku akan selesai pada waktunya. 5. Sering Latihan Pernah mendengar orang mengatakan kok kamu bisa sih? Iya soalnya sudah biasa. Nah latihan menulis juga diperlukan ketika kita ingin menulis sebuah buku. Cara menulis buku tidak akan lengkap jika tidak melakukan latihan. Keuntungan dari latihan ini adalah kita akan jadi terbiasa dengan apa yang dilakukan. Misalnya, seorang penyanyi memerlukan latihan agar kemampuan dalam bernanyi semakin tinggi. Begitu pula dengan menulis buku, kita akan lebih mudah menulis ketika sudah terbiasa dengan sering melakukan latihan. 6. Refresing Tiba-tiba berhenti menulis di tengah jalan karena bingung mau menulis apa lagi? Refresing menjadi pilihan yang tepat. Kita perlu menyegarkan otak ketika kita merasa bingung mau nulis apa lagi. Mulailah untuk melakukan aktivitas yang dapat membuat otak menjadi lebih segar! Perlu Anda ketahui, betapa pentingnya merefresing diri. Hal ini dikarenakan otak kita memiliki titik lelah ketika dipaksa untuk berpikir secara terus-menerus. Tadi sudah disinggung pula mengenai target waktu. Target waktu akan membantu Anda dalam proses berpikir yang cukup. Jadi, menulis buku akan terasa lebih enjoy. 7. Menulis Buku Sesuai Kriteria Penerbit Menulis buku tidak afdol rasanya jika buku yang kita buat tidak diterbitkan. Selain agar buku yang kita buat dapat dibaca banyak orang, ternyata menerbitkan buku memiliki berbagai keuntungan loh! Berikut keuntungannya Menjadi ladang penghasilan. Ternyata dengan kita menerbitkan buku, kita akan mendapatkan penghasilan dari penjualan personal branding. Keuntungan yang juga dapat diperoleh adalah meningkatkan citra dan karir angka kredit. Bagi seorang guru atau dosen, menerbitkan buku dapat menambah angka kredit yang diperlukan untuk kenaikan pangkat atau yang luar biasa. Ketika kita menerbitkan buku dan buku tersebut dibaca oleh orang lain, secara tidak langsung kita telah mentransfer ilmu kita ke orang lain. Baca juga Cara Membuat Artikel Enak Dibaca untuk Pemula Tips Menulis Buku bagi Pemula yang Baru Belajar Selanjutnya, bagaimana sih cara menulis buku enak dibaca yang sesuai dengan kriteria penerbit? 1. Perhatikan Cara Penulisan Anda perlu memahami bagaimana sistematika dan struktur tulisan. Membuat sistematika serapi mungkin agar enak dibaca. Hal ini juga dapat meningkatkan antusias pembaca. Sistematika dan struktur yang baik akan cepat dilirik oleh penerbit. Dengan begitu buku Anda akan cepat terbit dan dianggap sebagai tulisan yang berkualitas. 2. Buat Sub Bab Sesuai Tempatnya Kalau yang satu ini sangat berpengaruh terhadap kualitas tulisan Anda. Dilihat dari segi urutan sub bab perlu ditempatkan sesuai dengan tempatnya. Misal nih, buku yang kita buat terdapat latar belakang, jika ditempatkan pada bab akhir tentu tulisan kita akan menjadi aneh untuk dibaca. Maka dari itu, menempatkan sub bab harus sesuai dengan tempatnya agar pembaca memahami sesuai susunannya. 3. Pembahasan yang Lengkap Pada segi kelengkapan, penulis perlu memperhitungkan apakah tulisan yang dibuat sudah lengkap. Jika tidak, maka buku tersebut kurang informatif. Misalkan saja, Anda membuat buku 8 resep makanan khas Jawa Tengah. Pembahasan dari buku harus mencakup 8 resep makanan khas Jawa Tengah. Kurang satu resep saja sudah dipastikan buku kurang berkualitas dari segi kelengkapan. 4. Gaya Penulisan Cara menulis buku supaya cepat terbit juga dinilai dari bagimana gaya penulisan. Penting untuk menulis dengan gaya bahasa sendiri. Hal tersebut akan membuat rasa enjoy atau menikmati ketika kita sedang menulis. Perlu diketahui, bahwa masyarakat cenderung lebih menyukai gaya penulisan yang mudah dipahami. Mereka akan malas membaca ketika tulisan yang kita buat sulit untuk dipahami. Misal ketika kita menulis buku tentang cerita anak-anak. Maka buatlah gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami untuk anak-anak. Jika gaya bahasa terlalu tinggi seperti tulisan ilmiah, maka pembaca akan merasa bingung dengan maksud dari pembahasan. 5. Memenuhi Syarat Cara menulis buku berikutnya adalah memenuhi syarat. Syarat ini diperlukan agar tulisan Anda sesuai dengan kriteria dari penerbitan. Umumnya, syarat ini ditentukan dari setiap penerbit masing-masing baik penerbit buku indie maupun mayor. Syarat ini biasanya mencakup Jarak antar baris atau fontJumlah halaman bukuTema sesuai kebutuhan target pembacaDaftar pustaka sebagai sumber penulis Nah itulah cara menulis buku yang mudah untuk dilakukan baik pemula maupun profesional. Menulis buku yang berkualitas hingga terbit tentu membuat kebanggan tersendiri. Karya kita akan lebih dikenal luas oleh masyarakat. Mulailah untuk menulis buku dengan tips yang kami berikan! Semoga bermanfaat! Artikel lainnya Cara Membuat Ringkasan
. e8s4vtk1oo.pages.dev/253e8s4vtk1oo.pages.dev/517e8s4vtk1oo.pages.dev/279e8s4vtk1oo.pages.dev/788e8s4vtk1oo.pages.dev/829e8s4vtk1oo.pages.dev/340e8s4vtk1oo.pages.dev/656e8s4vtk1oo.pages.dev/574e8s4vtk1oo.pages.dev/514e8s4vtk1oo.pages.dev/125e8s4vtk1oo.pages.dev/72e8s4vtk1oo.pages.dev/673e8s4vtk1oo.pages.dev/756e8s4vtk1oo.pages.dev/306e8s4vtk1oo.pages.dev/462
dimanakah letak buku yang benar saat menulis