CeritaZakie: Pengalaman Kuliah 2+2 di China; Kata Yustin: "Kuliah di China itu Fun Banget" Dajiahao Sobat Brightstar. Menjelang bulan Ramadan kali ini, kami akan membahas tentang bagaimana para umat muslim di China ketika menyelenggarakan pernikahan. Seperti yang kita ketahui, pernikahan tradisional China erat kaitannya dengan warna
Seperti pepatah tuntutlah ilmu sampai ke negeri china, nyatanya saat ini china merupakan negara yang berkembang pesat dengan jumlah penduduk 1,3 milyar jiwa, china berhasil membangun perekonomiannya hingga dapat menjadi negara adidaya dikawasan asia oleh karena itu banyak alasan kenapa harus kuliah ke China, mau tau apa aja alasannya? Yuk simak alasan-alasan berikut ini. Pendidikan Kelas Dunia Tidak kalah bagusnya dengan universitas di Eropa dan China saat ini adalah satu Kiblat pendidikan dunia. China juga menjadi negara favorit pelajar dan mahasiswa dari berbgai belahan dunia. Selain itu China menjalin kerjasama dengan lebih dari 70 Negara sebagai bentuk pengakuan internasuonal juga kualifikasi akademik. Terbukanya Perluang Untuk Berkarir. Sebagai salah satu negara dengan ekonomi global terbesar didunia, China membuka peluang besar bag kamu untuk berkarir. Ada banyak lowongan kerja yang tersedia, sehingga mahasiswa luar pun berkesempatan untuk bekerja di negeri tirai bambu ini setelah lulus. Biaya Terjangkau Kuliah di China cocok banget buat kamu yang mau kuliah di negara maju tapi dengan biyaya yang murah dibandingkan negara maju lainnya. Baca Juga Ingin Kuliah di China? Inilah Daftar Kampus China yang Sudah Mendunia Bisa Menguasai Dua Bahasa Sekaligus Di China, ada pilihan program dengan bahasa pengantar Mandarin dan Inggris, jadi kamu ga cuma bisa bahasa mandarin doang tapi Bahasa Inggris juga. Bayangin kamu bisa menguasai 2 bahasa yang paling populer di dunia. Pilhan Jurusan Yang Beragam Di China kamu gak perlu khawatir dengan pilihan jurusan yang ada, malah kamu bakal nemu jurusan yang mungkin kamu nyangka bakal ada. Pengalaman Kuliah yang Istimewa Dengan memiliki sejarah yang usianya melebihi tahun, Cina dikenal sebagai negara Inovator di berbagai aspek. Baik dari bidang studi, Astronomi, bisnis, filsafat, seni, matematika dll. Program Studi Doktoral yang Lebih Singkat Buat kamu yang mau kuliah kedokteran, di China kamu bisa selesain dengan waktu yang lebih cepat. Contohnya kalau di Amerika,UK dan Canada butuh waktu sekitar 8 tahun, di China Bachelor of Surgery MBBS cuma butuh waktu sekitar 5 tahun saja. Nah yang mana nih alasan kamu pengen kuliah ke China? Schoters The Largest Online Scholarship PlatformUntukinformasi lebih jelas mengenai biaya hidup di Cina bisa dilihat di sini! {hyperlink} 4. Pengalaman kuliah yang khas. Dengan sejarah melebihi 4,000 tahun, Cina telah dikenal sebagai inovator dari berbagai bidang studi, baik itu bisnis, astronomi, seni bela diri, filsafat, matematika, seni, sastra, agama dan masih banyak lagi. Rekomendasi Universitas Terbaik di ChinaSetelah mengetahui alasannya, apakah kamu semakin berminat untuk kuliah di China? Berikut beberapa rekomendasi universitasnya1. Peking UniversityPeking University berlokasi di daerah Beijing. Universitas ini berdiri sejak tahun 1898 sehingga menjadikan perguruan tinggi ini sebagai salah satu universitas tertua di China. Namun jangan salah, Peking University selalu menjadi incaran calon mahasiswa-mahasiswa dari luar negeri, lho. Selain karena program studi yang menarik, Peking University juga menyediakan berbagai beasiswa untuk pelajar mancanegara. Maka tidak heran jika universitas Peking menjadi salah satu universitas terbaik di Tsinghua UniversitySama seperti Peking University, Tsinghua University juga berlokasi di Beijing. Universitas ini berdiri sejak tahun 1911 dan menjadi salah satu perguruan tinggi yang berpengaruh di China. Universitas terbaik di Beijing ini memiliki 19 fakultas yang dapat kamu pilih. Hingga saat ini, Tsinghua University memiliki mahasiswa internasional kurang lebih jiwa. Bahkan, beberapa mata kuliah atau program studi di jenjang sarjana maupun pascasarjana didukung dengan bahasa Inggris. 3. Fudan UniversityBerdiri sejak tahun 1905, Fundan University merupakan salah satu universitas terbaik di China. Bahkan, Fudan University memiliki populasi pelajar internasional terbesar di China. Universitas ini menawarkan 19 program studi pascasarjana dan 2 program magister. Tentunya pengajarannya menggunakan bahasa Zhejiang UniversityZhejiang University adalah salah satu kampus bergengsi di Negeri Tirai Bambu. Ini sudah terbukti dari pengakuan oleh berbagai negara. Jadi tidak heran jika lulusan kampus ini mendapatkan kedudukan dan jabatan tinggi di perusahaan. Universitas ini terkenal dengan lulusan terbaik untuk berbagai bidang pendidikan, khususnya Shanghai Jiao Tong University Dahulu, kampus ini bernama Nanyang University, yang kemudian berganti nama menjadi Shanghai Jiao Tong University SJTU. Berdiri sejak tahun 1896, kampus ini menjadi salah satu perguruan tinggi bergengsi di China. Meskipun bahasa pengantar utamanya adalah bahasa Mandarin, namun kampus ini juga menyediakan berbagai bahasa internasional, khususnya bahasa University of Science and Technology of China USTCUniversity of Science and Technology of China USTC adalah universitas terbaik di China selanjutnya yang perlu kamu ketahui. Perguruan tinggi ini berlokasi di Provinsi Anhui, Hefei, sejak tahun 1958, USTC telah memiliki 5 kampus utama yang terletak di dalam kota. Dengan berbagai beasiswa yang tersedia di USTC, tentu saja banyak mahasiswa internasional yang berkuliah di bisa mengajukan setidaknya 3 macam beasiswa kuliah di USTC mulai dari Beasiswa Akademi Ilmu Pengetahuan China, Beasiswa USTC, dan Beasiswa Pemerintah Nanjing UniversityNanjing University telah berdiri sejak tahun 1902, sehingga membuatnya menjadi salah satu universitas tertua di tahunnya, Nanjing University selalu menyambut kurang lebih pelajar internasional dari berbagai negara. Hingga saat ini, Nanjing University menawarkan 49 program studi dengan pengantar utama bahasa Inggris di jenjang pendidikan sarjana dan Wuhan UniversityWuhan University masuk ke dalam daftar QS World University Ranking. Universitas ini terletak Wuchang, Wuhan, Hubei, China. Perguruan tinggi ini sudah ada sejak University telah berkembang menjadi salah satu kampus berpengaruh di China. Maka tidak heran jika banyak calon mahasiswa yang berharap untuk berkuliah di Wuhan University. Bahkan, saking ketatnya kampus ini, hanya sekitar 1% siswa sekolah asal China yang dapat masuk ke universitas satu Southern University of Science and Technology SUSTechMeskipun baru buka pada tahun 2011 dan masih tergolong muda, namun Southern University of Science and Technology SUSTech sudah menjadi salah satu universitas terbaik di adanya investasi dari pemerintah daerah, membuat kampus ini berhasil mendapatkan pengakuan sebagai salah satu badan pusat penelitian di dunia. Semua program studi di kampus ini menggunakan bahasa Inggris sebagai metode Huazhong University of Science and Technology HUSTKampus ini mendapatkan julukan “University in the Forest”. Hal ini karena HUST berlokasi di lahan hijau dengan luas hektar. Selain itu, Huazhong University merupakan hasil peleburan dari 3 institusi perguruan tinggi China yakni Wuhan Urban Construction Institute, Huazhong Institute of Technology, dan Tongji Medical University. Kampus ini juga menawarkan berbagai program studi di jenjang sarjana dan magister dengan pembelajaran menggunakan bahasa Belajar Bahasa Mandarin untuk di ChinaBagi orang asli Indonesia yang belum familiar dengan bahasa Mandarin, tentu akan kesulitan dalam mempelajarinya. Bahasa Mandarin adalah bahasa yang terlihat rumit karena kamu harus memahami perbedaan penekanan bunyi, tata bahasa, sistem penulisan, sampai penghafalan kanji yang sangat kamu memiliki cita-cita kuliah di China, maka kamu harus bisa mahir menggunakan bahasa Mandarin. Meskipun ada pengantar bahasa Inggris, namun bahasa Mandarin adalah bahasa utama di negara China. Dengan bahasa Mandarin, kamu bisa berkomunikasi lebih itu, jika kamu berbicara bahasa Mandarin formal dan informal secara mahir, maka peluang mendapatkan beasiswa akan lebih mudah. Secara otomatis, kamu akan terlihat lebih menonjol dari kandidat lainnya karena bahasa Mandarinmu sudah terasah dengan baik. Bukan hanya itu, apabila kamu memiliki keinginan untuk berkarir di China, maka bahasa Mandarin akan membantumu dalam bekerja. Sebab, tentunya perusahaan China tidak akan selalu menggunakan bahasa Kuliah di China dengan Belajar Bahasa Mandarin bersama CAKAP!Nah, itulah beberapa rekomendasi universitas terbaik di China. Sebelum mengajukan beasiswa kuliah, tentu saja kamu harus memiliki persiapan, salah satunya adalah dengan kursus belajar bahasa Mandarin melalui program Persiapan Kuliah ke China. Selamat mencoba dan semoga berhasil!Baca JugaMau Studi di Cina? Kenali Dulu Macam-Macam BeasiswanyaRekomendasi C9 League, Universitas di Cina Terbaik untuk MahasiswaCara Mengurus Visa ke Cina Sendiri yang Mudah Tahun Ini
Ganada yg pny saran ga atau pengalaman tentang belajar bahasa mandarin di china maunya kuliah di china Untuk belajar bahasa mandarin ny kalau bisa juga dekat dengan pasar atau tmpt perdagangan/bisnisnya : Di Singapore aja gan deket, orang Singapore juga ngomongnya Mandarin. Di Singapore 40% ngomong Mandarin, 40% ngomong Inggris, 20%
Bentar lagi bakal berangkat kuliah di China nih. Apa saja persiapan yang harus dilakukan untuk kuliah di China? Baca tips-nya! Oke, saya bakal sharing berdasarkan pengalaman pribadi saya. Perlu dipahami dulu kalau tips yang akan saya berikan lebih untuk teman-teman yang sudah diterima sekolah atau universitas di China ya. Kalau belum dan tertarik untuk kuliah di China, saya saranin untuk coba daftar program beasiswa Chinese Government Scholarship saja. Persiapan kuliah di China sebelum kamu berangkat ada beberapa yaitu 1. Mengurus visa pelajar Tentunya sebelum berangkat kuliah di China kamu harus mengurus visa pelajar terlebih dahulu. Ada 2 jenis visa pelajar yaitu Visa X1 lebih dari 180 hari dan Visa X2 kurang dari 180 hari. Untuk kuliah berarti kamu harus apply Visa X1. Baca tulisan saya sebelumnya tentang cara mengurus visa China sendiri. 2. Belajar Bahasa Mandarin Ada baiknya kamu belajar Bahasa Mandarin agar mempermudah komunikasi dengan orang lokal. Kalau kamu apply beasiswa mungkin sudah ikut kursus Bahasa Mandarin karena harus ikut ujian HSK. Tapi, kalau mau ambil jurusan kuliah Bahasa Inggris pun seperti saya, tidak ada salahnya belajar Bahasa Mandarin. Memang tidak gampang, apalagi Bahasa Mandarin menggunakan karakter khusus, bukan alfabet. Setidaknya bisa ngomong dikit-dikit walaupun hanya percakapan dasar. Rata-rata orang sana tidak jago Bahasa Inggris, jadi kalau mau beli barang atau bertanya harus menggunakan Bahasa Mandarin. Coba belajar lewat aplikasi seperti duolingo, atau ambil kursus atau les privat. 3. Download aplikasi VPN Penting banget! Download dulu aplikasi VPN sebelum berangkat ke China. Kenapa? Karena di China banyak aplikasi yang biasa kita gunakan seperti google, facebook, whatsapp, semuanya diblokir. Nah, karena itulah butuh yang namanya aplikasi VPN. Aplikasi VPN ada yang gratis dan berbayar. Cuma dari pengalaman saya yang gratis tidak bisa diandalkan, sering putus trus lambat lagi. Pas di China saya pakai aplikasi yang bernama AstrillVPN. Walaupun harganya lumayan ya, tapi koneksinya benar-benar lancar dan juga aman. Ada juga beberapa rekomendasi vpn lain yang bisa kamu gunakan di China baik yang gratis maupun berbayar. 4. Mempersiapkan dokumen dan barang pribadi yang perlu dibawa List dokumen yang perlu kamu bawa ada Paspor Admission letter Form JW201/JW202 Hasil physical examination di Indonesia Pas foto Saya juga bawa ijazah terakhir untuk jaga-jaga saja tapi akhirnya tidak pernah digunakan. Kalau untuk barang-barang sih tergantung kebutuhan pribadi saja ya. Menurut saya tidak perlu bawa banyak terlalu banyak barang karena nanti bisa di Taobao, surga belanja online murahnya di China. Mau nyari indomie, kecap manis, sambal, ya produk indo gitu banyak kok di Taobao. Bahkan kadang di supermarket ada juga, jadi tidak perlu khawatir kangen dengan masakan Indo. Kemungkinan tahun ajaran baru dimulai pada Bulan September yaitu di musim gugur jadi bisa bawa jaket. Tapi pas saya datang sih masih panas. Bawa juga uang secukupnya. Biaya hidup di China tidak terlalu mahal kurang lebih sama dengan Indonesia. Hanya saja pas awal datang mungkin butuh ngeluarin duit untuk bayar deposit asrama, melakukan physical examination lagi, dan biaya untuk mengganti visa ke residence permit. Saya saranin kalau kamu diterima beasiswa, brarti asrama kan gratis ya. Jaga-jaga bawa aja sekitar 5,000 RMB atau Rp 10juta untuk biaya hidup sebulan pertama. Kalau bukan penerima beasiswa, mungkin harus bawa lebih karena harus membayar asrama dan uang sekolah nantinya. Baca juga Persiapan Berangkat ke Australia Setelah Dapat Visa WHV 5. Gabung dengan komunitas Wajar, kalau baru sampai ke tempat baru yang belum pernah didatangi pasti bingung, was-was, dan rempong. Nah, sebelum kamu berangkat nih, kamu bisa gabung ke komunitas baik lewat facebook atau instagram untuk mendapat arahan dari teman-teman lain yang sudah tinggal di China. Salah satu komunitas yang sangat aktif adalah Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok PPIT. Hampir di setiap kota besar ada perhimpunan khusus, contohnya di Chengdu ada grup khususnya PPIT Chengdu. Komunitas atau organisasi ini sering menyelenggarakan berbagai event, gathering, dan lainnya. Walaupun hidup di negara lain kamu bakal berasa seperti di rumah karena adanya teman-teman dari Indonesia lain yang bakal membantu kamu. Kamu juga bisa hubungi saya langsung kok, terutama kalau kuliahnya di Chengdu. Kalau tidak ada halangan, ataupun lokasi saya masih di Chengdu nanti bisa saya bantu. Baca juga Syarat Mendaftar Au Pair dan Persiapannya! Teman-teman baru di China Persiapan setelah berangkat kuliah di China Menurut saya setelah sampai di China lebih banyak lagi hal-hal yang harus diurus. Saya bakal sebutin juga biar nanti pas sampai di China tidak kagok. 1. Daftar ulang di kampus Biasanya kalau dapat beasiswa, kampus akan mengurus transportasi yang telah dijadwalkan untuk mahasiswa. Kalau tidak pun kamu bisa langsung menuju kantor administrasi khusus untuk mahasiswa internasional. Dari pengalaman saya, universitasnya kadang ada 2 bangunan. Jadi pastikan terlebih dahulu bangunan kampus yang mana. Contohnya universitas saya memiliki dua bangunan, sedangkan jarak antar keduanya cukup jauh. Kalau naik metro atau subway sekitar 40 menit. Cek baik-baik untuk pendaftaran mahasiswa baru itu di mana. Pada saat pendaftaran ulang biasa dicek kembali dokumen-dokumen dan apakah masih perlu melunasi pembayaran, mengurus dormitory, dan perihal administrasi lainnya. Walaupun saya dapat beasiswa, tetap harus membayar deposit asrama sebesar RMB 1,000. Makanya sebelumnya saya sarankan bawa duit lebih hehe. Baca juga Cara Menulis Research Proposal Bahasa Inggris yang Baik 2. Melapor ke kantor polisi terdekat Setelah menyelesaikan urusan administrasi, pihak sekolah akan mengarahkan kamu untuk melaporkan diri ke kantor polisi terdekat. Di China itu memang super banyak peraturannya kalau berhubungan dengan foreigner atau orang asing. Tidak hanya untuk pelajar saja. Bagi yang kerja juga harus melapor ke kantor polisi di area tempat tinggal. Kamu bawa saja berkas dari kampus, dan serahkan saja ke kantor polisi tersebut. Nanti kamu akan dapat kertas yang menandakan kalau kamu sudah membuat laporan untuk tinggal di area tersebut. Nanti kalau pindah tempat tinggal, harus melapor lagi ke kantor polisi di daerah tersebut. 3. Mengganti visa menjadi residence permit Okay, saya pikir visa yang sudah kita urus dari Indonesia berlaku selama kita study di China. Ternyata tidak! Visa tersebut hanya berlaku 1 bulan saja setelah masuk. Kamu harus ubah visa tersebut menjadi residence permit di kantor yang bernama Public Security Bureau PSB. Setelah dapat residence permit inilah kamu baru bisa keluar masuk China selama setahun atau disesuaikan dengan berapa lama kamu kuliah di China. Biaya untuk membuat residence permit ini RMB 500. Dokumennya akan diberi tahu oleh kampus. 4. Melakukan physical examination Salah satu syarat untuk mendapat residence permit adalah memiliki hasil physical atau medical exam. Kalau tidak salah waktu itu saya melampirkan hasil dari medical exam di Indonesia. Kemudian dihubungi oleh PSB kalau harus melakukan physical examination ulang lagi. Di Chengdu ada rumah sakit khusus untuk foreigner buat ngelakuin physical exam. Mungkin di kota lain sama. Keluar biaya lagi buat ngelakuin physical exam ini sebesar RMB 500. Baca juga Contoh Study Plan dalam Bahasa Inggris untuk Melamar Beasiswa Trip bareng bersama teman-teman 5. Download aplikasi penting di China Bukan bermaksud untuk lebay tapi di China kalau keluar rumah cuma bawa HP aja bisa survive kok. Yep, apa-apa bisa dilakukan lewat HP – naik metro, melakukan pembayaran, beli ini itu. Aplikasi yang wajib kamu download di China adalah Wechat. Singkatnya sih aplikasi ini serba bisa. Saya sudah pernah tulis sebelumnya aplikasi apa saja yang harus kamu download di China. 6. Beli SIM Card Di China ada 3 operator telekomunikasi utama yaitu China Mobile, China Unicom, dan China Telecom. Yang paling populer adalah China Mobile dan China Unicom. Saya pribadi pakai China Unicom, sebulan cuma RMB 20 tapi dapat 1 GB aja kalau ga salah, hehe. Tapi saya sering pakai wifi sih, jadi engga butuh data lebih gede. Dengar-dengar sih koneksi paling stabil adalah operator China Mobile. Nanti sampai di China kamu bisa bandingkan harga dan paket yang cocok. Untuk beli kartu SIM harus bawa paspor. Tidak semua toko cabang bisa buka kartu SIM untuk foreigner, jadi bisa coba tanya teman atau senior lain yang sudah stay lebih lama. Baca juga Tips Sewa Apartemen di Singapore, Baca Dulu! 7. Membuka akun bank Kalau kamu penerima beasiswa, pihak kampus akan informasiin ke kamu harus buka akun di bank yang mana. Karena uang saku bulanan yang akan kamu terima ditransfer oleh pihak universitas. Saya disarankan untuk membuka akun di China Construction Bank CCB. Lagi-lagi tidak semua cabang yang bisa membuka akun untuk foreigner. Pilihan bank lain yang populer ada Bank of China BOC, Agricultural Bank of China ABC, dan Industrial and Commercial Bank of China ICBC. Keempat bank yang saya sebutkan adalah 4 bank terbesar di China. Kalau mau kirim uang dari luar negeri ke Indonesia atau sebaliknya bisa menggunakan Wise ya. Penutup Kurang lebih itu sih yang mau saya bagikan tentang persiapan kuliah di China biar kamu ada bayangan lebih jelas. Kalau ada yang kurang dimengerti atau mau ditanyakan silahkan boleh hubungi saya. Nonanomad bekerjasama dengan partner lain melalui program afiliasi. Yang berarti jika kamu booking melalui link di artikel ini, Nonanomad akan mendapat komisi tanpa kamu harus membayar lebih. Nah, dengan cara ini kami dapat terus menulis artikel tentang traveling. Jika artikel ini bermanfaat tolong di share ya di sosmed kamu. Menggunakan foto atau gambar dari situs ini diperbolehkan, asalkan sertakan juga ya link back ke situs Nonanomad. Terima kasih. Post Views 1,695
Hallosemuanya. Nama saya Velysia. Saya akan sharing tentang pengalaman saya kuliah beasiswa S2 di China. Saya mengambil jurusan bernama Enterprise Management di Southwestern University of Finance of Economics yang berlokasi di Chengdu.Por que estudar na China? “Na China? Que diferente!” – é a resposta padrão quando falo que faço mestrado aqui. Não é uma escolha óbvia, e não foi para mim também. A China é muito longe, é diferente, tem um idioma complicadíssimo, e não está nunca na ponta da língua quando a maioria das pessoas pensa em quais são os melhores lugares para estudar no exterior. Então, por que vir estudar na China? Alguns dados sobre o Ensino Superior na China Primeiramente, a China tem sim universidades nas listas de melhores do mundo a Tsinghua University em Pequim, a Fudan University em Xangai e a Peking University em Pequim são as três melhores do país nos rankings gerais. A Tsinghua é considerada a melhor universidade chinesa e é extremamente difícil o sistema de entrada. Em 2017, a universidade superou o MIT nos EUA como a melhor universidade para ciência da computação, além de altíssimas notas em engenharia e química. O gaokao vestibular chinês recebeu em 2018 cerca de 9,7 milhões de inscritos, mas a taxa de aprovação é menos da metade – e menos ainda para as principais universidades 1% dos que fazem a prova. Contudo, estudantes estrangeiros que quiserem fazer graduação ou pós não precisam fazer a prova. O processo seletivo é separado e simplificado o que gera críticas. As diferenças também não param aí os prédios de residência universitária para estrangeiros são normalmente melhores e, em vez de dividir com cinco pessoas como os chineses, você pode ter um a colega de quarto ou até ficar sozinho a. O Ministério da Educação tem aumentado exponencialmente os gastos e financiamentos para atrair estudantes estrangeiros faz parte de aumentar a influência chinesa e mostrar um lado amigável da nação. O plano, lançado em 2010, é atingir 500 mil estudantes em tempo integral por ano até 2020. Atualmente, o número está em torno de 490 mil 2017[1], sendo mais da metade advindos de países asiáticos. Essa quantidade coloca a China apenas atrás dos EUA e do Reino Unido em número de estudantes estrangeiros no país. Contudo, esse número não é de alunos em busca de um diploma integral chinês a maioria são intercambistas ou estão fazendo cursos de mandarim. Leia também Novas regras para visto de trabalho na China O governo também aumentou o número de bolsas oferecido pelo China Scholarship Council – que hoje cobre 10% da população estudantil estrangeira no país. Foram bolsas em 2017, um aumento de 600% na última década. O processo seletivo vai até o final de março e é realizado, no Brasil, pela Embaixada da República Popular da China. Há um incentivo grande das universidades para receberem estudantes de países envolvidos na iniciativa econômica do One Belt, One Road, que cobre a Ásia, o Oriente Médio e a Europa. Além disso, as universidades dão preferência para oferecer bolsas a pessoas que vêm de países em desenvolvimento. Um resultado da política chinesa na África se reflete no aumento de alunos do continente hoje são cerca de 50 mil, deixando o país apenas atrás da França como opção para estudantes africanos. Essa dinâmica oferece uma realidade muito interessante no campus, onde existe um sentimento de certa solidariedade entre os estudantes, pelo passado colonial e dificuldades com o processo de desenvolvimento. Algumas iniciativas incluem parcerias de universidades famosas da Europa ou dos Estados Unidos com universidades chinesas NYU-Shanghai, Duke-Kunshan, dentre outras. O processo de internacionalização também inclui oferecer mais disciplinas em inglês, abertas a alunos estrangeiros e chineses, e tem aberto vagas para professores convidados de outros países. Nos meus dois anos na Renmin University of China, tive aula com um professor alemão formado pela Universidade Johns Hopkins, e um professor britânico também foi meu orientador que veio da Universidade de Sussex. Além disso, as escolas de verão das universidades também convidam professores as de fora para ministrarem cursos específicos, inclusive do Brasil. Visita acadêmica à hidrelétrica Three Gorges Três Gargantas, em Hubei – a segunda maior do mundo. Arquivo pessoal. Motivos para estudar na China Poxa, realmente, muito incentivo e ótimos sinais de que a China leva o Ensino Superior a sério. A cada ano o número de estudantes internacionais aumenta, as universidades chinesas estão se preparando para receber esse pessoal todo, estão investindo em pesquisa de alta qualidade, o número de possibilidade de bolsas aumentou e o custo de estudar na China não é tão alto. Se você já gosta da China, não é você que eu tenho que convencer. Então, se ainda está em dúvida A China é o principal parceiro comercial do Brasil. Isso importa muito e dificilmente vai mudar nos próximos anos! É muito importante que o Brasil tenha profissionais capacitados e conhecedores da China, nas mais diversas áreas. Como criar melhores resultados de uma parceria se um dos lados sabe muito pouco sobre o outro? Além disso, abre oportunidades para a sua carreira, com a cada vez maior inserção de empresas chinesas no Brasil e na América Latina, tal como a recente compra da 99 pela DiDi, ou a crescente presença da State Grid no setor energético brasileiro. Anota aí a China é o novo horizonte de tecnologia. O governo lançou o projeto Made In China, que pretende incentivar a inovação tecnológica e apoiar o desenvolvimento de conhecimento em pesquisa dentro do país. Já é um líder em Inteligência Artificial, já tem nove das principais empresas de tecnologia do mundo na lista de 20 maiores do mundo, como a Alibaba, Tencent do app WeChat, mas também de jogos, filmes, Baidu, Xiaomi celulares. E vivendo aqui, especialmente em cidades como Pequim e Shenzhen, fica extremamente visível que é um ambiente muito fértil para isso. Não importa a sua área de estudo, você vai acabar uma hora ou outra caindo nessa rede. É inegável a China surpreendeu o mundo com o seu desenvolvimento acelerado nos últimos trinta anos. Tirou cerca de 800 milhões de pessoas da miséria, atingiu os Objetivos de Desenvolvimento do Milênio 2015, é a segunda maior economia do mundo com previsões de em breve ser a primeira, e – surpreendentemente – liderando a busca por energia renovável. Ainda não é um país desenvolvido diversos desafios, principalmente em relação à desigualdade de renda e urbanização, estão pairando sobre as discussões no país. De todo modo, é algo impressionante e uma das principais histórias de sucesso de desenvolvimento recente. Como isso aconteceu? O que o Brasil pode descobrir disso, seja para não repetir ou para se inspirar? São perguntas-chave num momento de renovação das discussões de um projeto de país e é um desperdício de fonte de informação concreta não termos mais brasileiros e brasileiras estudando essas mudanças, sob os mais diversos pontos de vista, e vivenciando o que a China tem a oferecer. [1] O número aumentou 10% em relação a 2016, que por sua vez tinha aumentado 11% em relação a 2015. Um aumento de 299% desde 2004, segundo o Ministério da Educação. Fonte de boa parte dos dados dessa seção The Pie News Júlia é natural de Porto Alegre, formada em Relações Internacionais pela UFRGS e reside em Pequim desde setembro de 2016, onde faz Mestrado em Estudos Contemporâneos Chineses. Também morou 2 anos e meio em Londres, trabalhando num pub e gastando todo o seu dinheiro em livros e viagens. Fotógrafa amadora porém metida a profissional que sempre precisa achar um bom café por onde vai.
Pengalaman kuliah di China sering banyak dicari oleh calon mahasiswa terutama yang masih ragu dengan keputusan apakah jadi kuliah di China atau tidak. Nah jika Anda juga masih ragu, maka bisa langsung membaca penjelasan kami di artikel ini mengenai fakta tentang pengalaman kuliah para lulusan selama di Beasiswa dari PemerintahFakta pertama mengenai pengalaman kuliah di China adalah tersedia banyak sekali beasiswa yang berasal dari pemerintah. Mengapa demikian, sebab China dikenal sebagai salah satu negara yang cukup progresif dan aktif dalam hal mendatangkan mahasiswa internasional yang masuk melalui jalur menariknya lagi, negara China menawarkan banyak beasiswa yang tentunya dapat diikuti oleh lulusan SMA sederajat hingga S2, loh. Beasiswa dari pemerintah China juga memberikan banyak keuntungan, yaitu akomodasi, mendapatkan uang saku, serta bebas biaya halnya dengan jenis-jenis beasiswa di negara lain, untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah China Anda harus melalui persaingan yang sangat ketat serta harus memenuhi semua persayaratan yang telak di tentukan. Sedaangka untuk tesnya bisanya dilakukan dengan banyak tahap. Belum lagi Anda harus benar-benar setuju datang ke China di waktu-waktu mendadak untuk melakukan tahap tes seleksi seperyi Inggris Pengantar Program StudiMenurut banyak pengalaman kuliah di China dari para lulusan, mengatakan bahwa tidak semua program studi yang ditawarkan oleh universitas di China menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa pengantarnya. Akan tetapi ada juga program studi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, mengingat di negara China juga terdapat mahasiswa internasional dari berbagai program studi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar sering sekali tidak sevariatif program studi yang menggunakan bahasa Mandarin untuk pengantarnya. Apabila Anda ingin mengambil program studi yang menggunakan bahasa Mandarin, tentu bisa mengikuti program persiapan bahasa terlebih dahulu dalam kurun waktu satu tahun. Nah karena hal inilah dpaat dipastikan durasi studimu di perguruan tinggi akan menjadi lebih alam dibandingkan dengan program studi berbahasa Pendaftaran dan Ujian MasukMenurut banyak lulusan yang memepunyai pengalaman kuliah di China, mengatakan bahwa pendaftaran studi ke negara ini biasanya dimulai dengan pendaftaran berkas sama halnya dengan pendaftaran studi ke negara-negara lain. Bahkan ada beberapa program yang memberikan persyaratan kepada calon mahasiswa untuk mempunyai skor IELTS minimal, telah mengikuti GRE, dan lain sebagainya. untuk hal ini alangkah baiknya jika Anda membaca terlebih dahulu persyaratannya sehingga mempunyai peluang yang lebih Anda ketahui juga bahwa pendaftaran studi ke China biasanya disertai juga dengan ujian masuk universitas dimana ujiannya diadakan secara online, serta soal-soal yang ditampilkan mempunyai tingkat kesulitan tidak terlalu Berbahasa MandarinApabila Anda mengambil program studi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar tentunya Anda akan berada di lingkungan Internasional. Tentu hal ini, akan membuat kemampuan berbahasa Mandarin dalam diri Anda kurang terasah sehingga akan sangat sulit sekali jika berkomunikasi di lingkungan luar kampus ,seperti berbelanja atau melakukan kegiatan penilitian dimana Anda harus terjun langsung ke di kota-kota besar masyarakatnya bisa berbahasa Inggris, tentu bahasa Mandarinlah yang akan digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-sehari. Oleh karena itu, lebih baik jika Anda mempelajari dan mempunyai kemampuan berbahasa Mandarin sebelum memutuskan atau mendaftar kuliah di China agar komunikasi Anda nantinya berjalan Mahasiswa ChinaMenurut banyak pengalaman kuliah di China mengatakan bahwa karakteristik mahasiswa China tidak jauh berbeda dengan pmahasiswa di Jepang dan Korea, dimana pelajar China akan lebih cenderung menghabiskan waktu mereka untuk belajar. Oleh karena itu tak heran jika mahasiswa China mempunyai keunggulan penguasaan di bidang sejarah, matematika, dan geografis. Bahkan di tingkat yang lebih lanjutan biasanya mereka akan menjadi lebih ambisius untuk menciptakan sebuah penelitian dan Anda belajar di China, tentu akan bertemu dengan banyak warga negara asing terutama bagi yang mengambil kelas internasional. Melalui hal ini dijamin Anda akan mempunyai wawasan yang lebih luas mengenai pergaulan internasional dan hal ini bisa Anda manfaatkan untuk membangun relasi yang mungkin dapat berguna ketika Anda mencari pekerjaan di masa Tempat Tinggal, dan Tempat IbadahMenurut banyak mahasiswa dari Indonesia yang mempunyai pengalaman kuliah di China mengatakan bahwa mereka lebih cenderung tinggal di akomodasi yang sudah disediakan oleh universitas. Hal ini tentunya akan lebih praktis dan juga efisien karena rata-rata kampus di China mempunyai fasilitas yang lengkap dan tempat tinggal, makanan sering juga menjadi kekhawatiran mahasiswa dari Indonesia terutama mereka yang beragama Islam. Untuk hal ini, Anda tidak perlu mengkhawatirkannya lagi sebab di China sudah terdapat banyak restoran khusus untuk mahasiswa agama Islam, dimana hidangannya sudah dijamin seratus persen khalal Anda ketahui, walaupun masyarakat China banyak yang tidak menganut agama khusus ternya ada banyak sekali tempat ibadah yang disediakan seperti masjid, gereja atau tempat ibadah lain yang akan Anda temui di berbagai kota. Jadi Anda bisa nyaman kuliah di China tanpa memikirkan hal tersebut lagi, itulah informasi singkat mengenai pengalaman kuliah di China yang dapat kami sampaikan dan semoga Anda semakin yakin dengan keputusan untuk kuliah di sini. Apabila ingin mendapatkan informasi mengenai pengalaman kuliah di negara lain bisa langsung cek di.