Yukbelajar 8+ cerpen panjang tentang broken home Adapun metode pengumpulan data yang. Pengertian broken home juga dapat dilihat dari dua aspek yaitu broken home karena struktur keluarga tidak utuh dikarenakan perceraian atau salah satu orangtua meninggal dunia. Bu Nila hanya bisa pasrah atas kelakuan suaminya itu ia pun pergi ke kamar untuk tidur.

Cerpen Karangan MaretaKategori Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih Lolos moderasi pada 23 August 2013 Pagi itu aku di beri tau oleh orang tuaku tentang rencana perceraian mereka. Aku tak tau kenapa mereka mau bercerai… Padahal mereka akur akur saja selama ini “jadi gimana nis, gakpapa kan papa dan mama bercerai?” tanya orangtuaku “ya gakpapa” kataku… Sebenarnya aku gak mau mereka bercerai.. Tapi, aku sudah biasa menyimpan semua masalahku untuk diri sendiri. “oke.. 1 minggu kamu di papa.. Satu minggu kamu di mama ya..” kata papaku “iya.. Terserah..” kataku pura pura cuek “oke.. Papa dan mama pergi dulu ya nisa.. Baik baik di rumah.” kata mamaku sambil bergegas pergi “iya mam.. Hati hati di jalan.. Papa juga..” kataku sambil melambaikan tangan. “iya.. Makasih ya nisa..” kata mamaku sambil mecium keningaku dan pergi. “iya..” kataku. Mama pun pergi dengan papa.. Sebenarnya aku sangat sedih.. Aku sangat sangat sedih.. Tapi, apa gunanya? Apa kalau aku sedih, papa dan mama gak akan bercerai? Konyol banget.. Tapi, tanpa terasa, air mataku berjatuhan.. “hiks… Apa apaan ini? Kenapa aku menangis?” kataku sambil menghapus air mataku. Aku pun pergi dari ruang keluarga ke taman belakang rumahku.. Di sana ada sahabat terbaik ku.. Yaitu kura kura. Aku memiliki 1 kura kura, aku memelihara sudah 5 tahun, gak tau kenapa, aku merasa aku punya hubungan batin dengannya.. “hei..” kataku sambil menangis. Kura kura ku yang sedang berenang langsung perlahan mendekatiku dan melihatku dengan dalam.. Aku merasa sangat sedih.. Aku langsung menangis dengan sekeras kerasnya.. Kura kura ku pun semakin mendekatiku dan menggerakan tangannya.. Dia seperti ingin memegang tanganku atau memelukku.. “hiks… Hiks… Kenapa? Kenapa mama dan papa ingin bercerai.. Apa kamu tau? Apa kamu juga sedih jika mereka bercerai? Seandainya kamu bisa berbicara, mungakin aku akan sedikit bahagia untuk berada di dunia ini.. Hiks..” kataku sambil menangis Kura kura ku semakin memperhatikanku.. Seperti dia mengerti semua perasaanku.. “kura kura… Aku sayang kamu.. Kamu satu-satunya teman sejati aku… Setiap aku sedih atau senang, kamu selalu ada.. Terima kasih ya, hiks..” kataku masih menangis.. “akhh! Aku gak boleh menagis! Lagian kalau papa dan mama bercerai, itu semua akan tetap sama! Aku akan tetap bisa bersama papa dan mamaku.. Bener gak?” kataku menghibur diri sendiri.. Beberapa minggu kemudian “ini.. Calon ayah baru kamu.. Dia baik loh..” kata mamaku sambil menggandeng tangan seorang lelaki. “o.. I.. Iya salam kenal” kataku “iya! Salam kenal.. Panggil om papa ya..” kata om itu “i.. Iya” kataku “eh nisa, mama dan papa baru mau pergi dulu ya.. Baik baik di rumah..” kata mamaku “iya ma..” kataku. Mama pun pergi bersama om dimas.. “aku gak kuat! Aku kira mereka gak akan menikah lagi! Aku kira mereka hanya berpisah! Aku benci!” kataku sambil menangis Sejak hari itu, kehidupan ku menjadi semakin suram dan semakin suram lagi. Aku stress! Aku capek! Aku sedih! Aku gak terima dengan semua ini. Dan aku memutuskan untuk pergi kabur dari rumah. Aku pun menyiapkan surat untuk mama dan papa asli ku.. “aku akan pergi.. Setidaknya aku akan lebih bahagia!” kataku sambil menuju ke taman belakang untuk menjumpai sahabat ku.. “hei.. Aku akan pergi dari rumah ini. Maaf, aku gak bisa bawa kamu.. Aku takut gak bisa ngasih makan kamu.. Aku ingin kamu di sini dan tumbuh besar… Semoga kamu baik baik aja ya..” kataku sambil memegang kura kura ku.. “hiks… Aku pasti merindukanmu!” kataku sambil langsung pergi.. Di jalan Di sepanjang perjalanan aku terus berfikir bagaimana aku bisa hidup.. Di mana aku tinggal. Selain itu aku masih memikirkan tentang mama dan papaku.. Tiba tiba “tettt..” Suara klakson mobil mengagetkan lamunanku.. “hei! Kalau jalan lihat-lihat!” kata pengemudi itu dan langsung kembali menjalankan mobilnya.. “ma.. Maaf..” kataku Aku pun terus melanjutkan perjalanan.. Aku melihat berbagai orang di jalanan.. Ada yang pincang, ada yang matanya buta, ada yang mengemis di jalanan.. Ada anak anak miskin yang ngamen dan lain lain.. Tiba tiba, aku teringat oleh betapa enaknya hidup ku di rumahku yang dulu. Kenapa aku tak bersyukur oleh semua yang di berikan tuhan padaku? Tuhan cuma memberi sedikit ujian bagiku.. Tapi, mengapa aku langsung menyerah dan pergi? Kenapa selama ini aku selalu sebodoh ini? Setelah memikirkan semua itu, aku langsung pergi ke toko bunga untuk membeli bunga mawar untuk mama dan papaku.. Aku akan meminta maaf pada mereka. Setelah membeli bunga mawar, aku menyobekkan kertas untuk papa dan mama ku yang bertuliskan papa, mama maafkan aku, aku selama ini selalu tak bersyukur dengan apa yang tuhan berikan padaku.. Mama, papa terimakasih banyak..’ isi suratku pada mama dan papaku yang langsung aku selipkan di bunga mawar itu.. Lalu aku pun segera bergegas pergi kembali ke rumah… Tapi, tiba tiba. “tittt” Suara klakson mobil yang langsung menabrakku “mama, papa, rasanya tertabrak sakit sekali! Aku merasakan tubuhku sangat sakit! Mama, papa, aku cinta kalian.. ” Di lain tempat “nisa… Ayo makan dulu..” panggil mamaku.. Tapi, mama tak mendengar aku menyahut panggilan mamaku. “nisa…” kata mamaku “pah papa baru, nisa kok gak nyahut ya?” tanya mamaku mulai khawatir “mungakin ketiduran kali mah.. Udah biarin aja..” kata om itu “nggak. Mama merasa perasaan yang gak enak. Mama akan ke kamar nisa” kata mamaku sambil tergesa gesa pergi ke kamarku.. Beberapa menit kemudian “hiksss!” tangis mamaku setelah kembali dari kamarku.. “ma, kenapa? Ko nangis?” tanya om “i.. Ini.. Nisa kabur dari rumah.. Ini suratnya.. Hikss..” kata mama sambil memberi surat nya pada om dimas ” papa, mama. Aku sayang kalian.. Tapi, aku gak tahan… Aku gak bisa hidup dengan orang yang gak aku kenal.. Yaitu om dimas.. Sebenarnya, aku gak mau mama dan papa bercerai.. Tapi, aku gak bisa ngomong tentang itu.. Mama, nisa pergi dari rumah ya.. Mungakin setelah mama baca surat ini, nisa akan pergi selamanya dari rumah ini..’ isi surat nisa.. ” “ma, tenang, kita harus cari nisa sekarang” kata om “i.. Iyaa hikss” jawab mama masih sambil meangis Mama dan om dimas pun pergi mencari nisa, setelah beberapa lama mencari, mereka melihat ada ramai ramai orang berkumpul.. “pah, itu ada apa?” tanya mamaku “gak tau mah.. Kita lihat aja ya..” jawab om dimas sambil keluar dari mobil Lalu, mereka pun menghampiri kerumunan itu.. Setelah mama melihat korban kecelakaanya, dia sangat terkejut dan tak bisa bersuara… Rasanya seperti tercekik! Lututnya tiba tiba lemas dan jatuh! Dia menangis tanpa mengeluarkan suara! Ternyata yang di lihatnya itu, seorang anak, yang darahnya bercucuran! I.. Itu adalah nisa! “n..nisaaa! ” teriak mama langsung memeluk ku.. “n…nisaaa! Maafkan mama sayang… Bangun sayang.. Mama sayang nisa… Nisa jangan tinggalkan maaamaa..” jerit mamaku histeris “papa! Cepat bawa nisa ke rumah sakit! Cepat! Hiksss” kata mama sambil terus menangis histeris Di rumah sakit “gimana dok? Nisa gimana?!” tanya mamaku pada dokter “ibu, kami turut berduka.. Kami telah berusaha sekuatnya.. Tapi, nyawa nisa tak terselamatkan..” jawab dokter “a.. Apa?! Dokter bohong! Dokter bohong! Nisa gak mungakin meninggal! Nisa masih hidup!” jerit mamaku sambil menangis tambah histeris.. Mama pun langsung masuk ke ruangan itu, dia melihat tubuh nisa yang lemah berbaring.. Dia pun langsung memeluk nisa “nisaaa… Mama di sini nak.. Mama di sini… Nisa gak boleh tinggalin mama… Nisa harus sama mama di sini..” kata mamaku sambil terus menangis.. “ibu, di kejadian, kami menemukan mawar ini di tangan anak ibu..” kata polisi tiba tiba Polisi itu pun meyerahkan bunga itu pada mamanya nisa Setelah menerima bunga itu dan suratnya, mama semakin menangis.. “nisa… Bangun nak.. Mama sayang nisa.. Hiksss..” jawab mama sambil mencium kening nisa.. Tapi, tiba tiba, nisa menggerakkan jarinya.. “ni.. nisa? Dokter! Dokter!” kata mama sambil memanggil dokter “dokter.. Tadi anak saya menggerakan jarinya!” kata mamaku “sebentar bu, kami cek dulu.. Ibu silahkan keluar dulu..” kata dokter Setelah beberapa menit, dokter keluar dan mengatakan “bu, ini sebuah mukjizat! Kasih sayang dan cinta ibu mampun membuat nisa kembali lagi ke dunia ini..” kata dokter “be.. Benarkan dok?” tanya mama “iya, tapi badan nisa masih dalam keadaan sangat sangat lemah, jadi sebaiknya cuma ibu dan ayahnya saja yang menjenguknya..” jawab dokter “ba.. Baiklah dok, terimakasih..” jawab mama. “pah, ayo masuk! Kita jenguk nisa!” ajak mamaku.. “tunggu, aku bukan papa kandungnya nisa, sebaiknya kamu menjenguk nisa dengan papa kandungnya.. Agar nisa lebih cepat untuk pemulihan..” jawab om dimas Tiba tiba datang papa kandung nisa untuk menemui nisa.. “ma… Eh, gimana kabarnya nisa? Apa dia baik baik saja?” tanya papaku khawatir “iya, nisa baik baik saja setelah mendapat ciuman di kening dari ibunya, lebih baik kalian kembali bersatu, aku gak mau kejadian ini terulang 2x. Aku akan pergi..” jawab om dimas.. “di.. Dimas?” tanya papaku “aku harus pergi..” jawab om “te… Terimakasih..” jawab mamaku “iya… Sama sama..” jawab om dimas sambil pergi Setelah kejadian itu, papa dan mama merawatku hingga aku sembuh, selama itu, cinta papa kepada mama dan sebaliknya pun mulai tumbuh lagi dari mereka berdua, mereka kembali bersatu. Aku papa dan mama pun kembali menjadi keluarga yang bahagia === the end === Cerpen Karangan Mareta Facebook Mareta Shiva Halo! Aku penulis baru! Semoga kalian suka dengan cerita ku ya!! Cerpen Broken Home Is Test For You merupakan cerita pendek karangan Mareta, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Sebuah Pertemuan Oleh Dhimas A. Bhagastama Ya Tuhan, kenapa hidupku seperti ini? Kenapa aku tak bisa seperti mereka yang bisa asyik bermain sedangkan aku tidak?” Ujar Andi saat beristirahat di bawah pohon setelah seharian mengorek-orek Bintang Yang Memudar Oleh Rheina Hanifah Bintang Ranatasya, sosok gadis remaja yang dipaksa kuat oleh keadaan, dipaksa dewasa oleh keadaan, dipaksa selalu tegar oleh keadaanya. Lahir dari keluarga yang kurang harmonis, sejak dulu Bintang sudah Tak Terasa Jerih Hari Ini Oleh Y. Nurafifah Di balik rumah megah berpagar besi terdapat rumah kayu berkelilingan pohon kelapa dan mangga. Rumah kayu sederhana yang masih layak pakai itu dihuni oleh Pak Aleh dan putrinya Alin. Ada Namun Seperti Tiada Oleh Anita Setiawati Semilir angin sore memang sangat sejuk, tak ayal banyak sekali dari anak-anak sampai lansia keluar rumah saat sore hari. Akupun menjadi salah satunya. Sekian lama tidak keluar rumah, aku Adikku Sayang Oleh Fathiya Hasna Khairunisa “Ah..” ucapku geram melihat buku ceritaku dirobek-robek oleh adikku, Erita. “Ada apa sayang?” bunda menghampiriku dan Erita. “Ini Bun, buku Kakak dirobek-robek sama Erita,” aku segera berlari ke kamar “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"

Apabilakalian korban dari " Broken Home ", kalian pasti sangat mengerti 4 dampak dari broken home di bawah ini. 1. Kehilangan. Korban Broken Home benar-benar mengerti apa itu yang dinamakan kehilangan sesungguhnya. Bagi kalian orang normal, kehilangan semisal pacar atau barang berharga itu bukanlah hal yang perlu ditangisi hingga berlarut
Cerpen Karangan Nadya DasatzhaKategori Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih Lolos moderasi pada 14 January 2015 Nia seorang gadis yang berumur 14 tahun ini mempunyai seorang adik yang berumur 5 tahun, keseharian nia memang tak terlalu sibuk sehingga dia lebih sering di rumah. Memang hubungan ibu dan ayahnya nia tidak cukup baik, dengan ekonomi yang kurang mencukupi, emosi yang susah dikendalikan membuat ayah dan ibu nia sering bertengkar setiap malam, sehingga nia terbangun dari tidurnya. Nia merasa tertekan, ingin cerita tapi tak tahu dengan siapa. Adiknya? Adiknya tak mengerti apa apa. Tak seharusnya nia merasakan serpihan dari pertengkaran orangtuanya, nia hanya bisa berdoa agar ayah dan ibunya tak bertengkar lagi Tak lama kemudian nia mendengar bahwa ayah dan ibunya akan segera cerai. Nia menangis, batinnya terasa dicabik-cabik, tak sepantasnya nia merasakan itu, nia sangat tertekan, dia menangis dan berdoa semoga ini hanyalah mimpi. Namun beda hasilnya, kini semenjak pertengkaran ayah dan ibunya selama ini membuat ayah dan ibu nia memilih terpisah Nia hanya bisa pasrah, walaupun batinnya tersiksa, namun kini nia hanya bisa berdoa, semoga ayah dan ibunya kembali lagi. Cerpen Karangan Nadya Dasatzha Facebook Nadya Dasatzha Saya Nadya umur 13 tahun saya sekolah di SMPN 105 Jakarta kelas 84 saya kelahiran Jakarta, 22 september 2000 hobi saya membuat cerita dan bernyanyi Cerpen Broken Home merupakan cerita pendek karangan Nadya Dasatzha, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Kisah Seorang Anak Yang Cacat Oleh Vindia Arini Mengapa sampai saat ini Ibuku malah semakin sayang pada saudara tiriku. Sedangkan aku? Sepertinya dibuang, Ibuku tidak memperhatikanku lagi, makan pun aku harus mengambil sendiri dengan keadaanku yang seperti Kehidupan Yang Kedua Oleh Sri Rahayu Kuterdiam dalam kegelapan, kuhidup dalam kesunyian dan kuberlari dalam angan, benda benda yang menempel di tubuhku taklagi dapat kurasakan. Kutapaki lorong panjang yang tiada ujung. Lelah rasanya menentukan langkah Akhir Penyesalan Oleh Shavia Maulidina Warna merah merona memancar di ufuk timur, semilir angin bernuansa sejuk berhembus. Mangrove kecil mulai menampakkan tunasnya. Dentuman ombak bertabuh ditengah gemercik suara aliran air. Aroma khas garam menyebar Komplotan Teroris Azabal Oleh Shalwa Syahrika Zachra Namaku Ashara. Hari ini aku akan pergi ke hotel. Tepatnya The Edge Semarang. Bersama ayah, ibu, dan saudara kembarku yang bernama azahra. Dia lebih lambat lahir 5 menit dari Pengorbanannya Tak Sia Sia Oleh Charissa Namanya Dira Natania. Ia biasa dipanggil Natan. Natan termasuk orang miskin. Ia kelas V. Bersekolah di sekolah elit. Itu pun dengan beasiswa. Ia mempunyai sahabat sejati. Namanya Gabriella Hanifah/Abril, “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?" Berikutini adalah pesan bagi mereka, seluruh anak broken home yang sedang berjuang untuk menata hidupnya kembali,setelah mengetahui kedua orang tuanya telah berpisah: 1. Berasal dari keluarga tak utuh tak menjadikan hidup kalian tak utuh juga. Mereka tetap orangtua kalian selamanya. "Mempunyai keluarga yang tak lagi utuh,bukanlah kemauan
Rindu Terbalut Canggung Jarak dan frekuensi berjumpa dengan bapak menyebabkan terciptanya sedikit kecanggungan di antara kami. Cerita Pendek Hujan Cerpen ini kudedikasikan kepada seseorang yang memiliki masa kelam dalam keluarganya. Ingat, akan ada pelangi yang akan membahagiakan kita semua. Wanita Kuat Jangan salahkan keadaan, apa yang terjadi itu adalah rencana Tuhan untuk kita
ContohCerpen Persahabatan. Aku memiliki sahabat mereka riza, muna, dan dewi. Pada suatu hari kami didalam kelas setelah bel jam pergantian pelajaran berbunyi kami ngobrol sementara, dewi dan muna selalu ngomongin cowok sampai-sampai riza jengkel dengan mereka taulah sifat riza ia tak suka mikirin pacaran apa lagi cowok, diantara kami berempat
Hai, perkenalkan nama saya Delsa, saya terlahir dalam sebuah keluarga yang sangat sederhana dengan 5 orang saudara, dan saya anak yang ketiga. semua orang pasti akan selalu mendambakan sebuah keluarga yang sangat rukun dan hidup damai. namun apa yang terjadi disini adalah, kenapa harus saya yang mengalami hal seperti ini? Sabah,2000 saya duduk di bangku kelas 4 SD waktu itu. Sabtu pagi, pada hari itu adalah hari libur bagi kami, soalnya kalau di Malaysia Sabtu dan minggu sekolah libur, jadi kami bisa bersantai dan berlibur bersama keluarga untuk waktu yang lama. karena saya adalah putri yang rajin dalam keluarga kami jadi hari itu saya hanya sibuk di dapur untuk melakukan percobaan memasak eheheh. cerita kehidupan kami masih seperti biasa hari itu, tenang damai, belum pernah terlintas akan apa yang akan menimpa kami, dan tiba-tiba... "Delsa..." kakak perempuan saya yang sulung berteriak kepada saya, "ada apa kak?" "cepat kesini, mama dan papa berkelahi". saat itu juga panci yang berisi nasi yang saya masak terjatuh dari tangan kecil ku dan semuanya tumpah. saya berlari dan melihat orang tua saya yang sangat kami kagumi dan sayangi sedang direlai oleh tetangga kami, "kenapa? ada apa?" saya terpaku, pandanganku tiba-tiba kosong, suaraku hilang hanya air mata yang hangat menetes membasahi pipiku. kakak saya yang sulung dan kedua hanya berpelukan menangis, adik saya laki-laki yang belum bisa mengerti situasi juga hanya menangis histeris, mungkin dia hanya kaget melihat saudara saya yang menangis dan bahkan ibu saya yang ternyata sudah pingsan... "palu..??? kenapa ada palu pak?" saya bertanya kepada tetangga saya yang merelai perkelahian ibu dan ayah saya, "oh tidak apa nak, tadi om cuma ambil mau dipakai untuk perbaiki atap", saya hanya mengangguk, namun masih ada yang mengganjal, kenapa ibu sampai pingsan, dan mengapa pahanya biru, mengapa ayah yang sudah memukul ibu masih juga memeluk dan menangis di samping ibu yang sementara pingsan. tidak bisa lagi tangis ku pecah, saya yang selama ini yang selalu menyembunyikan suara tangisku, namun sekarang sudah tidak bisa saya tahan, "ibu..ibu kenapa pa..???" saya bertanya kepada ayah saya, ayah saya diam, ayah adalah sosok yang sangat menyayangi saya, namun sekarang sepertinya dia juga tidak bisa berkata-kata kepada saya. suasana mulai kembali hening, tetangga yang ramai akhirnya kembali ke rumah mereka masing-masing, perlahan kakak saya datang menghampiri saya dan memeluk saya. "itu palu yang bapak pakai untuk memukul mama dek," suara serak kakak saya terdengar berbisik ke telinga saya, saya hanya terdiam, menunduk dan menangis, hanya air mata kali ini yang keluar, rasanya suara saya sudah sangat susah untuk mau keluar. saya tidak habis pikir dan saya tidak mau untuk berpikir kenapa, ayah saya yang sangat baik kepada saya, tega berbuat seperti itu untuk orang yang dia cintai, yang telah hidup lama bersama, membentuk keluarga bersama, tapi kenapa... hatiku sakit, ya Tuhan kenapa cobaan ini datang kepada kami, kami masih kecil dan belum tau untuk melakukan apapun tanpa bimbingan dari orang tua kami. ibu saya kemudian dirawat di rumah kami saja, sampai keesokan harinya ibu saya belum pulih dengan baik, namun yang mengerikan adalah ibu saya minta cerai dari ayah saya. tekad ibu sudah bulat, dia sudah tidak mau baikan lagi dengan ayah saya. tidak ada yang bisa kami lakukan, ibu saya termasuk orang yang sangat keras, mungkin sifatnya itulah yang turun ke saya, makanya saya juga ikut-ikutan keras pemikiran. sejak saat itu, kami semua tidak tau apa yang haru kami lakukan lagi, ayah saya sudah tidak kerja. penghasilan ibu saya dari jualan makanan jadi pas-pasan. sampai saat ini saya belum mengerti sebenarnya apa penyebab sehingga mereka berkelahi dan berujung perceraian itu. kami dititip ke tetangga kami, hidup dengan numpang di rumah orang membuat kami belajar bagaimana untuk mandiri, saya yang sudah berumur 13 tahun waktu itu sudah bisa mengerti untuk diberi perintah, namun yang sangat membuat hati saya sakit adalah, adik-adik saya, mereka hanya melakukan apa yang ada dipikiran mereka, dan terkadang membuat saya berpikir ingin membawa mereka keluar dari rumah tetangga kami itu, namun saya bingung jika kami pergi, kami akan tinggal dimana? jadi jalan satu-satunya adalah dengan bersabar. kakak-kakak saya juga entah dimana dan dengan siapa? kami benar-benar terpisah, ayah saya ke luar daerah ikut dengan teman-temannya untuk mencari kerja, meskipun kami masih saling kontak. hari demi hari kami lalui dengan hidup numpang di rumah tetangga kami, bersabar dan bertahan, berharap semoga mujizat bisa terjadi. hingga suatu hari ayah saya mengetahuinya bahwa ternyata ibu saya tidak tinggal bersama kami, ayah kami membawa saya dan adik-adik saya ke daerah yang jauh dari kota, bisa dikata pinggiran kota, disanalah ayah saya tinggal di mess kontrakan tempat kerjanya. meskipun buta huruf, ayah saya sangat berbakat dalam mesin, elektro, bahkan sampai alat berat, dan bangunan sekalipun. ayah saya hanya belajar dari pengalamannya. saya sangat bangga dengan ayah saya. dari dia saya belajar untuk selalu bersyukur dan menghargai setiap anugerah yang diberikan kepada sesungguhnya potensi itu sudah ada, hanya tinggal pribadi kita yang harus mengembangkan potensi itu. di mess ayah saya, kami dilarang untuk tinggal disitu, ayah saya terancam dipecat jika kami masih tinggal di messnya, oleh sebab itu, kami hidup berpindah-pindah dari satu rumah bekas yang tidak berpenghuni ke rumah tak berpenghuni lainnya. semuanya indah, meskipun sangat-sangat sederhana tapi kami menikmati semua yang terjadi, meskipun kami putus sekolah, tapi kami percaya suatu saat nanti kami akan menjadi orang yang berhasil. mungkin ibu saya dan kakak-kakak saya tidak mengetahui tempat kami, sehingga pada suatu hari, entah kakak saya dapat info dari mana, dia datang tanpa ibu kami, hanya dia.. tentu saja kami sebagai adik-adiknya sangat bahagia bisa bertemu dengannya. namun ternyata, semua itu ada rencana mereka, rencana ibu saya dan kakak saya. ternyata kakak saya diam-diam datang menyelidiki aktivitas ayah saya, mencari info kapan ayah saya tidak ada di rumah. hingga keesokan harinya, kakak saya yang sulung, datang dengan satu taksi, membawa kami semua tanpa sepengetahuan ayah saya, kami disuruh pulang oleh ibu saya, katanya ibu saya kangen sama kami. kami yang waktu itu masih kecil hanya menurut untuk semua yang kakak kami peintahkan. "kak, kenapa tidak tunggu ayah pulang kerja?" saya bertanya kepada kakak saya, dan dijawab "tidak usah, jangan ganggu pekerjaan ayah", ada benarnya juga, kerena kami kan hanya ingin pergi melihat ibu kami, paling sebentar kami kembali kepada ayah kami, hanya itu yang terlintas di pikiran saya, tidak ada pikiran yang lain, meskipun jujur kami memang sangat kangen sama ibu kami, semenjak dititip ke rumah tetangga sampai dibawa oleh ayah kami, kami belum pernah ketemu. sampai di kota, kami bukan dibwa ke rumah yang kami tempati dulu atau di rumah tetangga kami, tetapi ke sebuah motel kecil, disana ibu kami sudah menunggu, kami pun ketemu dengan pelukan dan isak tangis. "ma, bapak sendiri di sana, kapan kami pulang?" pertanyaan pertama saya kepada ibu saya, "besok bapakmu datang nak, tidak usah khawatir" jawaban itu membuat kami sedikit tenang. kringgg...tiba-tiba suara hp ibu saya berbunyi, ada suara pria menangis, dan ternyata... itu suara ayah saya. "kenapa kau bawa anak-anak tapi tidak kasih liat saya dulu" itulah sepenggal kata yang saya dengar keluar dari dalam hp ibu saya."memangnya kamu mau kasih kalau saya minta ijin bawa mereka? kau saja bawa mereka tidak ijin sama saya" ibu saya menjawab. ya Tuhan, sebenarnya ada apa ini? mengapa seperti ini? ternyata kami akan dibawa ibu kami entah kemana, jauh..jauh sekali dari ayah saya.. saya menangis berteriak "pak...ambil kami pak" hanya itu yang saya ucapkan kepada ayah saya, namun saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya tidak tau kami dimana? saya harus bagaimana? saya seperti patung. hati saya sakit, tapi ayah suaramu terakhir saya dengar saat itu, maafkan anakmu ayah, sampai saat ini, sudah 2015 entah dimana dirimu berada ayah. saya percaya mujizat itu nyata, suatu saat nanti kita akan bertemu. akhirnya kami tiba di Indonesia, kami semua ternyata ditinggal di kampung bersama dengan nenek kami, ternyata kami ditinggal lagi, tidak seperti ayah kami, tidak pernah mau meninggalkan kami jauh. ayah terima kasih, meskipun sekarang kami tidak tau dimana engkau berada, tapi kami akan berusaha untuk mencari mu, meskipun sampai saat ini kami tidak tau usaha apa yang seharusnya kami lakukan, tapi kami percaya, dan saya percaya Tuhan pasti mempertemukan kita. semoga ayah selalu dalam keadaan yang sehat, kuatlah selalu ayah, kami mencintai mu. pengarang Sapina Delsa alias Sapina Kewa pinadelsa FB sapina delsa laba
cerpententang seorang anak broken home Rabu, 13 Maret 2013 (Ini cerita bukan derita .. cerita kebanyakan dari seorang broken home) D ilahirkan sebagai anak yang terlahir dari sebuah keluarga yang sudah cukup broken sebelum dilahirkan, memang agak menyakitkan.
SebuahCerpen tentang Seorang Kawan. Jadi saya tak ingat tanggal berapa saya terakhir kali bertemu dengannya. Namun saya ingat kapan terakhir kali dia mampir berkunjung ke rumah saya. Oleh-oleh makanan manis yang dia bawa itu seperti masih terasa manisnya. Sudah malam waktu itu, dan apakah saya mengantuk?
CERPEN Kisah Seorang Santri. KLIKANGGARAN--Menjadi Santri bukan hal yang memalukan. Seperti halnya kisah Firman dan Vizaa yang akan aku ceritakan sesaat lagi. Untuk yang hanya berlatar belakang pendidikan hanya lulusan pesantren, jangan minder. Perihal rejeki sudah ada yang mengatur.
Cerpenkisah nyata broken home keji di saat aku termenung di ujung ruang. Lumayan lah buat kalian yang nyari contoh ataupun yang nyari inspirasi buat membuat cerpen. Source: www.openbar.jp. Cerpen broken home (no!) broken home kata orang anak yang akan menjadi korban. Kata orang pula anak itu akan menjadi nakal. Source: belajarbahasa.github.io

Cerpententang seorang anak broken home rabu, 13 maret 2013 (ini cerita bukan derita. Source: myebooksdoc.blogspot.com. Pecahnya sekeping cinta dalam serpihan luka mimi victories blogs mar sama seperti cerpen pada umumnya kekuatan sentral serpihan luka memiliki keluarga broken home dan kepada anak saat ia terpuruk pdf download.

.
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/707
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/566
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/543
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/268
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/242
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/839
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/11
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/858
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/802
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/116
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/395
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/627
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/171
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/149
  • e8s4vtk1oo.pages.dev/68
  • cerpen panjang tentang broken home